Turis dari 8 Negara Sudah Bisa Wisata ke Singapura, Tak Ada Indonesia

Turis dari 8 Negara Sudah Bisa Wisata ke Singapura, Tak Ada Indonesia
Singapura

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Singapura menambah 8 negara baru ke dalam daftar negara asal wisatawan asing yang dapat berlibur ke sana tanpa karantina mulai 19 Oktober 2021.

Melansir Lonely Planet, Selasa (12/10/2021), pengecualian untuk karantina hanya berlaku bagi wisatawan yang sudah divaksin Covid-19. Kabar tersebut diumumkan oleh pemerintah Singapura melalui Kementerian Kesehatan pada Sabtu (9/10/2021).

Mulai 19 Oktober 2021, pengecualian karantina dapat dinikmati oleh wisatawan asal Kanada, Denmark, Perancis, Italia, Belanda, Spanyol, Inggris Raya dan Amerika Serikat.

Delapan negara tersebut masuk dalam skema Vaccinated Travel Lane (VTL) yang sebelumnya hanya mengizinkan pelancong dari Brunei dan Jerman untuk berkunjung ke Singapura.

Sementara itu mengutip keterangan dari Kementerian Kesehatan Singapura, Korea Selatan rencananya akan ditambahkan ke dalam program VTL pada 15 November 2021. Sebagai informasi, skema VTL yang awalnya hanya diperuntukkan bagi pelancong dari Brunei dan Jerman sudah diluncurkan sejak 8 September 2021.

Syarat masuk Singapura

Meski sudah divaksin Covid-19, wisatawan dari delapan negara tersebut tetap harus memenuhi sejumlah syarat. Salah satunya adalah membawa dua bukti negatif tes Covid-19 yang diambil 48 jam sebelum keberangkatan dan setibanya di Singapura.

Ada juga dokumen seperti SMART Health Cards bagi pelancong dari AS dan Kanada, EU Digital COVID Certificate untuk kedatangan dari Eropa, dan paspor National Health Service COVID dalam aplikasi NHS bagi pelancong dari Inggris Raya.

Selain itu, perencanaan lebih lanjut juga dibutuhkan. Wisatawan yang berkunjung ke Singapura di bawah skema VTL harus mengajukan Vaccinated Travel Pass pada 7-30 hari sebelum memasuki negara tersebut.

Selanjutnya, mereka harus terbang dengan penerbangan VTL yang ditentukan dan membeli asuransi perjalanan yang mencakup pertanggungan untuk perawatan terkait Covid-19 dan biaya rawat inap sebelum keberangkatan.

Situasi Covid-19 di Singapura

Meski Singapura mengalami peningkatan tiba-tiba dalam kasus positif Covid-19 dalam beberapa pekan belakangan, tingkat vaksinasinya sudah hampir mencapai 85 persen.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pidatonya pada Sabtu mengatakan, hal tersebut merupakan faktor yang diharapkan oleh pemerintah untuk membantu Singapura bertransisi dari strategi “nol Covid-19” menjadi “hidup dengan Covid-19”.

Protokol kesehatan juga telah diperketat. Museum dan atraksi wisata beroperasi dengan kapasitas terbatas. Restoran, kedai kopi, dan pusat jajanan hanya mengizinkan maksimal dua orang dalam satu grup pendatang.

“Singapura tidak bisa terus di-lockdown dan ditutup hingga batas yang tidak diketahui. Itu tidak akan berhasil dan akan memakan banyak biaya,” tegas Lee.

Dia melanjutkan bahwa sebagai bagian dari strategi hidup berdampingan dengan Covid-19, mereka harus menghubungkan diri kembali dengan dunia.

“Kita harus lanjut membuka kembali perbatasan kita dengan aman. Proyek percontohan VTL telah menunjukkan bahwa orang yang sudah divaksin dapat bepergian dengan aman, sembari membiarkan sangat sedikit kasus positif Covid-19,” pungkasnya.