Tradisi Berkarya Dua Lelaki di Labuan Bajo

Tradisi Berkarya Dua Lelaki di Labuan Bajo
Labuan Bajo | SENAYANPOST.com

Oleh: Isson Khairul*

TEGUH Ostenrik dan Gino Franki Hadi. Secara usia, keduanya sudah tua. Tapi, lihatlah. Sejak pagi mereka sudah mengarungi laut, nyemplung dan mengeksplorasi dasar laut. Memetakan lokasi. Mencermati arus bawah laut. Memotret dan memvideokan dengan cermat area dasar laut.

Jelang siang, mereka naik ke kapal kayu, yang tadi pagi membawa mereka ke laut. Di kapal itu, mereka melepas perangkat diving. Mengeringkan badan. Lalu, meraih laptop, kemudian intens mendiskusikan foto dan video bawah laut yang baru saja mereka shoot.

Usai diskusi, kapal kayu merapat ke dermaga. Istirahat? Tentu saja tidak. Kedua lelaki tua tersebut menyusuri perkampungan. Mencermati sekaligus merasakan denyut kehidupan perkampungan kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka berdialog dengan warga, memotret, juga memvideokan keseharian aktivitas warga.

Eksplorasi perkampungan kawasan Labuan Bajo itu berlangsung hingga matahari merayap turun ke kaki langit. Mereka kemudian istirahat? Belum, belum. Mereka lanjut mengabadikan suguhan langit Labuan Bajo yang menakjubkan, menjadi foto dan video.

Gino Franki Hadi dan Teguh Ostenrik 

Bagi saya, Teguh Ostenrik dan Gino Franki Hadi bukan sedang bekerja. Bukan pula sedang menikmati pesona Labuan Bajo. Mereka sesungguhnya tengah menikmati berkarya dengan sepenuh jiwa-raga. Lelah tentu saja iya. Itu bagian dari proses nikmat berkarya.

Teguh Ostenrik sebagai pelukis dan pematung handal sedang merancang seni instalasi untuk ditempatkan di dasar perairan Labuan Bajo. Benda seni tersebut akan menjadi terumbu karang, area kondusif untuk berkembang-biaknya ikan. Itu akan menjadi spot diving keren, suguhan istimewa untuk para wisatawan.

Gino Franki Hadi sebagai fotografer profesional, menyiapkan narasi audio visual, yang pada gilirannya menjadi kesatuan yang utuh dengan seni instalasi tersebut. Hal itu merupakan nilai tambah bagi destinasi Labuan Bajo yang sudah di-sett menjadi destinasi premium.

Nah, spirit kehidupan berkarya Teguh Ostenrik dan Gino Franki Hadi tersebut, tentulah menjadi bagian penting dari strategi pariwisata yang dikembangkan Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Karena, seni dan budaya sesungguhnya adalah ruh pariwisata.

Labuan Bajo

Oh, ya, instalasi seni bawah laut tersebut sudah diciptakan dan sudah diimplementasikan Teguh Ostenrik di sejumlah destinasi wisata. Antara lain, di Bangsring Underwater Banyuwangi, Jawa Timur, di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, di Raja Ampat, Papua, dan di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Spirit hidup berkarya kedua sosok ini, menurut saya, relevan serta memiliki korelasi yang kuat dengan strategi pariwisata Menparekraf Sandiaga Uno. Secara usia, mereka memang sudah tua, tapi spirit hidup berkarya mereka serta komitmen mereka memberi nilai tambah destinasi wisata, sungguh mengesankan.

*Isson Khairul, anggota Persatuan Penulis Indonesia.