Terorisme dan Peran PPM sebagai Pengawal Setia NKRI

Terorisme dan Peran PPM sebagai Pengawal Setia NKRI
Mayjen TNI (Purn) Syaiful Sulun

Oleh: Mayjen TNI (Purn) Syaiful Sulun

DEWAN PIMPINAN PUSAT Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI) mengutuk keras aksi terorisme di depan Gereja Katedral Makassar dan di Mabes Polri baru-baru ini. Tindakan teror selain dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan dan kekacauan masyarakat juga ditujukan untuk menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Terorisme adalah buah dari radikalisme di mana toleransi, keberagaman tidak mendapat tempat. Terhadap orang yang berseberangan di anggap musuh atau lawan yang harus disingkirkan bahkan dihancurkan. Radikalisme dengan khilafah sebagai ideologi menggunakan agama untuk mencapai cita-cita atau tujuan yaitu berdirinya negara khilafah Indonesia

Radikalisme harus diberantas tuntas dengan memperkuat diri. Seluruh kekuatan nasional, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan dan lain sebagainya harus berideologi Pancasila. Pegang teguh amanah pendiri bangsa bahwa negara yang kita bangun ini adalah atas dasar paham Pancasila bukan atas dasar paham liberalisme, bukan komunisme, dan bukan pula atas dasar paham agama.

Oleh karenanya, LVRI menyerukan, negara harus mencegah dan menghentikan tumbuh kembangnya terorisme dengan menyiapkan undang-undang atau aturan yang keras. Segera buat undang-undang yang melarang berbagai ideologi yang mengancam Pancasila, khususnya paham khilafah. Tidak ada toleransi bagi siapa saja yang akan mengubah ideologi bangsa.

DPP LVRI mengajak seluruh elemen bangsa tetap bersatu padu memperkuat persatuan dan kesatuan. Jangan ada celah sedikitpun bagi para pengkhianat bangsa untuk mengubah ideologi yang sudah disepakati bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.

Kita harus menjadi bangsa yang kuat terhadap berbagai ancaman dan gempuran. Mari jadikan bangsa ini bangsa yang bermartabat, berdaulat dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Lawan terorisme, radikalisme dan khilafahisme. Kobarkan semangat para pejuang untuk menjadikan bangsa ini merdeka lahir batin dan damai selamanya.

 PPM Garda Terdepan Kontra Radikalisme dan Terorisme

Terkait maraknya intoleransi, radikalisme, dan terorisme, saya meminta kepada Pemuda Panca Marga (PPM) agar berperan aktif  mencegah dan menangkal terorisme melalui penanaman jiwa, semangat dan nilai-nilai juang 1945 (JSN 45) kepada masyarakat, khususnya generasi muda bangsa Indonesia. 

Kepada Saudara Berto Izaak Doko selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM), saya berpesan agar semua jajaran pengurus serta anggota PPM lebih berhati-hati dan waspada terhadap gerakan yang nyata-nyata memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Veteran adalah pejuang yang rela berkorban demi kemerdekaan Republik Indonesia. Veteran merebut dan memperjuangkan kemerdekaan. Veteran adalah pengawal setia NKRI yang berazaskan Pancasila. Oleh karena itu, PPM sebagai anak Veteran harus identik dengan LVRI sebagai Ayahandanya. PPM adalah pengawal setia NKRI. Nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan Veteran harus melekat di dalam dada PPM.

Upaya-upaya untuk memecah-belah NKRI harus kita lawan dengan langkah nyata. Upaya apa yang diperlukan untuk menghentikan gerakan-gerakan yang bersifat radikalisme?

Pertama, ideologi harus dilawan dengan ideologi. Khilafahisme harus dilawan dengan Pancasila. Sejak Reformasi, Pancasila meredup. Hal ini tidak boleh terjadi. Pengurus dan anggota PPM harus tampil di depan sebagai Pancasilais.

Kedua, untuk melawan ideologi atau isme-isme yang bertentangan dengan Pancasila harus ada undang-undangnya. Kita masih ingat di Orde Baru hanya Pancasila yang boleh hidup. Yang lain tidak boleh. Jadi harus ada undang-undang yang melarang keberadaan ideologi khalifahisme. Sebagai contoh TAP MPR yang melarang ajaran komunisme. Oleh karena MPR bukan lagi lembaga tertinggi, maka harus ada Undang-Undang yang melarang khilafahisme. Dan membuat undang-undang adalah suatu perjuangan yang menjadi tugas DPR.

Kita ketahui sekarang ada partai politik yang tidak jelas ideologinya. Mengaku berideologi Pancasila tapi disertai embel-embel azas Islam. Ini menjadi tempat sembunyi bagi kelompok-kelompok yang mengharapkan munculnya khilafahisme. Karena itu, sekali lagi, harus ada undang-undang yang melarang keberadaan ideologi khilafahisme. Kalian pengurus dan anggota PPM harus sadar terhadap musuh-musuh yang akan menghancurkan negeri ini.

Ketiga, ajaran Islam radikal harus dilawan dengan Islam yang lembut, Islam yang sejuk, Islam yang damai. Mayoritas ummat Islam Indonesia adalah masyarakat Islam yang moderat. Meski mayoritas masyarakar Indonesia adalah masyarakat Islam yang cinta damai, kalau diam tidak ada artinya. Oleh karena itu, Veteran mengajak dan mendesak tokoh dan masyarakat Islam moderat untuk bergerak bersama melawan Islam radikal.

Pesan saya kepada pengurus dan anggota PPM, kalian anak Veteran dan pengawal setia NKRI, harus paham bahwa racun-racun pikiran semacam khilafahisme sudah merasuk ke kehidupan rakyat sejak lama. Katanya mereka mulai bergerak sejak 1980, itu berarti sekarang sudah 40 tahun. Dan kader-kader mereka yang sudah 40 tahun berkiprah itu sekarang berada di posisi-posisi strategis di pemerintahan, partai politik, dan perguruan tinggi. Tak hanya kampus, bahkan sekarang sekolah dasar sudah terpapar khilafaisme.

Ingat pesan saya. Kalian pengurus dan anggota PPM adalah pengawal setia NKRI. Kalian harus berada di depan dalam mencegah, menangkal dan melawan radikalisme dan terorisme.

Mayjen TNI (Purn) SYAIFUL SULUN adalah Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Opini dikutip dari sambutan Ketua Umum LVRI pada silaturahmi LVRI dan PP PPM di Wisma Elang Laut TNI-AL, Jakarta, Sabtu 10 April 2021.