Ternyata, Bus Maut di Sukabumi 2 Tahun Tak Uji Kir

Ternyata, Bus Maut di Sukabumi 2 Tahun Tak Uji Kir

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menyampaikan duka cita atas kecelakaan bus di turunan leter S, Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Pihaknya menyesalkan perusahaan pengelola bus tidak melakukan uji kir selama dua tahun.

Hal itu diketahui setelah petugas kepolisian menemukan dokumen kir dalam bus maut bernomor polisi B 7056 SG itu.

Dalam dokumen kir diketahui bus adalah milik PT Indonesia Indah Wisata, yang berkantor di Jalan Praja Dalam, Jakarta Selatan. Bus terakhir kali diuji KIR pada 2016.

“Ini contoh yang tidak bagus, masa 2 tahun tidak uji berkala (kir,red),” ujar Budi di sela peninjauan lokasi kecelakaan bus maut, Minggu (9/9).

Dia mengaku heran mengapa perusahaan tidak mengajukan uji kir bagi bus tersebut. Padahal, biaya Kir sangat murah dan tidak seharusnya jadi kendala bagi perusahaan.

“Biayanya enggak besar. Di DKI saja, uji berkala cuma Rp85 ribu. Bagi operator sebesar ini, tentu punya uang yang enggak kecil,” ucapnya.

Budi menilai pihak perusahaan sudah lalai dan mengabaikan keselamatan penumpang. Ia pun berharap hal serupa tidak dilakukan oleh perusahaan penyedia bus angkutan lainnya.

Apalagi pemerintah tengah gencar mendorong pengembangan wisata. Masyarakat pengguna biro perjalanan dan penyedia angkutan pun harus memastikan keselamatan penumpang.

“Operator bus jangan cuma mengejar keuntungan, bisnis saja. Untuk masyarakat juga harus mempertanyakan apakah busnya laik jalan. Salah satunya bisa dibuktikan dengan buku kir,” katanya.