Tangani Pandemi Corona, Publik Lebih Percaya Jokowi atau Terawan?

Tangani Pandemi Corona, Publik Lebih Percaya Jokowi atau Terawan?
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi (foto Bisnis.com)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo dalam menangani pandemi Covid-19 masih di atas 50 persen. 

Hal ini menjadi temuan dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia dalam laporan 'Mitigasi Dampak Covid-19: Tarik Menarik Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan' yang dirilis September 2020.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi merinci, responden yang sangat percaya pada Jokowi sebesar 3 persen. Responden yang cukup percaya 57,7 persen.

Sementara itu yang kepercayaannya biasa saja mencapai 24,1 persen. Sedangkan yang tak percaya sebesar 12,7 persen dan sangat tidak percaya 1,8 persen.

"Trust terhadap presiden dalam menangani Covid masih lumayan. [Responden] yang cukup percaya 57,7 persen, sangat percaya 3 persen. Tidak percaya 12.7 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers virtual, Minggu (18/10/2020)

Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan kepercayaan pada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Dia menyebut, responden yang sangat percaya pada Terawan hanya 1 persen. Mereka yang cukup percaya pada Terawan sebanyak 44,6 persen.

Sebanyak 30,9 persen responden mengaku biasa saja. Lalu, 15,0 persen mengaku tak percaya dan 2,0 persen sangat tidak percaya.

"Ini masih lebih baik dibanding apa yang muncul di Twitter. Di Twitter itu kan saya kira nggak sampai 20 persen yang puas," ujar Burhanuddin.

Sementara itu terkait kinerja Jokowi secara umum, sebanyak 66 persen responden merasa puas.

Jika dirinci, 2,4 persen responden sangat puas, 66 persen responden cukup puas, 26,4 persen kurang puas dan 2,4 persen tidak puas sama sekali.

"Sedikit mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya, tetapi juga tidak beda jauh dibanding tren-tren sebelumnya," kata Burhanuddin.

Burhanuddin menyebut bahwa pada 2015, kepuasan masyarakat terhadap Jokowi sempat turun drastis akibat adanya inflasi. Tetapi, selama beberapa tahun terakhir tingkat kepuasan publik pada Jokowi cenderung stabil di angka 60 persen.

"Bahkan pandemi itu tidak mampu menurunkan kepuasan terhadap kinerja Presiden," kata dia.

Adapun survei dilakukan selama 24-30 September terhadap 1.200 responden dari seluruh daerah di Indonesia yang dipilih secara acak. Survei digelar melalui sambungan telepon.

Dengan asumsi metode simple random sampling, survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9. (ws)