Taliban Bagi-bagi Kursi Pemerintahan di Afghanistan

Taliban Bagi-bagi Kursi Pemerintahan di Afghanistan
Taliban

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Setelah mengambil alih kekuasaan di Afghanistan, kini Taliban membuat struktur pemerintahan di Afghanistan. Taliban bagi-bagi kursi pemerintahan.

Ada 44 anggota Taliban yang ditunjuk menempati berbagai posisi penting. Termasuk posisi Gubernur Provinsi dan Kepala Kepolisian di berbagai wilayah Afghanistan.

Bagi-bagi jabatan ini dinilai menjadi langkah penting untuk menopang pemerintahan Taliban yang sedang menghadapi persoalan keamanan dan ekonomi yang berkembang. 44 orang itu ditunjuk setelah Taliban mengumumkan kabinet pemerintahan Afganistan pada September lalu.

Dilansir Reuters, Senin (8/11), penunjukan ini disebut penunjukan skala besar babak pertama. Pemerintahan Taliban merilis daftar jabatan terbaru untuk para anggotanya pada Minggu (7/11) waktu setempat.

Berikut anggota Taliban yang ditunjuk:

Baca Juga

- Qari Baryal ditunjuk menjabat sebagai Gubernur Kabul
- Wali Jan Hamza ditunjuk menjadi Kepala Kepolisian Kota Kabul

Diketahui, komandan sebelumnya yang bertanggung jawab atas keamanan Kabul, Mawiawi Hamdullah Mukhlis tewas bersama 19 orang lainnya dalam serangan bom dan penembakan di rumah sakit militer terbesar pada awal bulan ini. Serangan itu dilakukan oleh kelompok radikal Islamic State-Khorasan (IS-K atau ISIS-K).

Mukhlis yang dikenal sebagai salah satu anggota jaringan garis keras Haqqani dan seorang perwira di pasukan khusus Korps Badri, disebut 'mati syahid' setelah bergegas ke lokasi serangan pada Selasa (2/11) lalu. Dia menjadi tokoh Taliban paling senior yang terbunuh sejak kelompok itu menguasai Kabul.

Taliban Kuasai Afghanistan

Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sejak 15 Agustus lalu, namun menghadapi perjuangan berat dalam janji mereka memulihkan ketertiban dan keamanan setelah perang menyelimuti negara itu selama bertahun-tahun.

ISIS-K yang merupakan rival Taliban, melakukan serentetan serangan mematikan di berbagai wilayah Afghanistan. ISIS-K diketahui telah mengklaim empat serangan massal sejak Taliban berkuasa kembali di Afghanistan, termasuk ledakan bom bunuh diri yang menargetkan masjid Muslim Syiah.

Sementara itu, perekonomian negara itu semakin jatuh ke dalam krisis. Muncul seruan internasional agar Taliban berunding dengan para pemain politik lainnya untuk membentuk pemerintahan inklusif, yang menyertakan minoritas dan perempuan, meskipun kemajuan substantif sejauh ini belum terwujud.

Taliban Bagi-bagi Jabatan di Afghanistan