Tak Mampu Bayar Pajak, Najib Razak Dinyatakan Bangkrut

Tak Mampu Bayar Pajak, Najib Razak Dinyatakan Bangkrut
Najib Razak (AP)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, dinyatakan bangkrut usai gagal membayar pajak senilai 1,69 miliar ringgit atau setara Rp5,9 triliun.

Selain bangkrut Najib harus berhadapan dengan puluhan dakwaan korupsi dan pencucian uang atas kasus di BUMN 1MDB.

Sementara itu, utang pajak Najib senilai 1,69 miliar ringgit sudah diketahuinya sejak 2020 lalu. Utang itu adalah akumulasi pajak dari 2011 sampai 2017 saat dirinya masih menjadi PM.

Jumlah sebesar itu tidak cuma pajak. Namun, termasuk bunga dan denda yang wajib dibayar.

Dalam postingan di Facebook pada Selasa (6/4/2021) lalu, Najib mengatakan status bangkrut dikeluarkan Badan Hasil Dalam Negeri Malaysia pada Senin (5/4/2021) lalu. Badan tersebut adalah lembaga pemungut pajak di bawah Kementerian Keuangan Malaysia.

Najib menjelaskan, status bangkrut kepadanya bermotif politik. Sebab, partainya, UMNO, pada Maret 2021 lalu memutuskan tidak akan bekerja sama dengan pemerintah PM Muhyiddin Yassin pada pemilu mendatang.

Oleh sebab itu, Najib memastikan tidak bakal tinggal diam. Ia akan mengajukan banding terhadap statusnya itu.

"Saya tidak akan tunduk pada individu yang melanggar hukum negara ini hanya untuk menekan saya atas dasar politik dan keserakahan untuk mempertahankan kekuasaan," kata Najib seperti dikutip kumparan dari Reuters.

Pernyataan bangkrut merupakan pukulan telak dan membuat jalan politik Najib buntu. Najib bakal kehilangan kursi anggota parlemen. Di masa depan Najib juga dilarang ikut pemilu.