Susi Pudjiastuti: Kenapa Tes PCR Cuma Turun ke Rp 300 Ribu?, Di India Cuma Rp96 Ribu

Susi Pudjiastuti: Kenapa Tes PCR Cuma Turun ke Rp 300 Ribu?, Di India Cuma Rp96 Ribu
Susi Pudjiastuti

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti, teriak lagi merespons kebijakan wajib tes PCR untuk penumpang pesawat terbang. Hal ini merespons pernyataan Presiden Jokowi yang minta harga tes PCR turun jadi Rp 300 ribu.

"Kenapa diimbau turun hanya sampai dengan Rp 300.000? Di India PCR cuma Rp 96 ribu. Di RI kenapa harganya selangit?" kata Susi Pudjiastuti dikutip Rabu (27/10).

Pemilik maskapai penerbangan Susi Air itu, sebelumnya juga meminta Ketua DPR Puan Maharani agar menyampaikan aspirasi keberatan atas aturan wajib PCR bagi penumpang pesawat. "Ayo Mbak Puan, wakili kami masyarakat kalaupun harus PCR harganya yang benar. Please please... untuk penerbangan antigen cukup," tulis Susi.

Puan sendiri, mempersoalkan aturan baru tersebut yang dinilainya aneh dan diskriminatif.

“Kenapa dulu ketika COVID-19 belum selandai sekarang, justru tes antigen dibolehkan sebagai syarat penerbangan. Kalau sekarang harus PCR karena hati-hati, apakah berarti waktu antigen dibolehkan, kita sedang tidak atau kurang hati-hati? Pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat seperti ini harus dijelaskan terang benderang oleh pemerintah,” tanya Puan.

Apalagi menurut Susi Pudjiastuti, jika tes PCR akan diwajibkan di semua moda transportasi. Harusnya bisa lebih murah seperti di India. "Harga PCR mau dipakai di semua moda transportasi. Bisakah harganya seperti India? Kenapa kita di Indonesia harus bayar 4x-nya .. bahkan 6x s.d 10x-nya," tandas Susi.

Ketua Satgas COVID-19 IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Prof Zubairi Djoerban, juga menilai harga tes PCR Rp 300 ribu masih terlalu mahal. Apalagi jika penumpang pesawat yang harus menjalani tes, tidak hanya seorang.

"Harga tes PCR jadi Rp 300 ribu sepertinya masih berat bagi sebagian besar kalangan. Apalagi jika diterapkan di seluruh moda transportasi. Bayangkan kalau sekeluarga 4-5 orang," katanya.

Dia pun mendorong mekanisme pasar untuk mendorong harga PCR terus turun. Bahkan jika perlu didukung pemerintah yang juga menerapkan subsidi.