Sim Salabim, Azis Bisa Bebas Lho...

Sim Salabim, Azis Bisa Bebas Lho...
Imam Anshori Saleh

Oleh: Imam Anshori Saleh

NAMANYA sih mentereng Muhammad Azis Syamsuddin. Nasib awalnya juga mentereng, malang melintang  menjadi anggota DPR-RI, seingat saya sedikitnya empat periode. Total 20 tahun. Di partai politik jabatan Azis juga tak main-main: Wakil Ketua Umum Partai Golkar, salah satu partai besar yang pernah berkuasa berpuluh-puluh tahun di rezim Orde Baru.

Azis itu sesungguhnya asma Allah. Dalam Islam kalau ada nama sifat Tuhan, mesti didahului dengan kata Abdul, artinya abdi alias hamba. Jadi mestinya Abdul Azis Syamsuddin.  Salah satu nama Allah yang tertulis di Alquran adalah Al-Aziz atau Yang Maha Perkasa. Allah berfirman dalam surat An-Naml ayat 9: يٰمُوْسٰٓى اِنَّهٗٓ اَنَا اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ۙ  - Yā Muusā innahū anallāhul-'azīzul-ḥakīm. “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Mungkin karena tak ada kata "Abdul" Azis jadi apes."  Ya Azis lagi apes. Sebelumnya banyak kasus hukum yang menyeret-nyeret namanya, tapi selalu selamat. Dua di antaranya kasus dana pembangunan Diklat Kejaksaan di Ceger Jakarta Timur, dan kasus satu kontainer mobile phone di Bea Cukai.

Saya mengenal baik Azis, karena pernah sama-sama duduk di Komisi III DPR. Saat menjadi Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) saya pernah sama-sama melakukan sosialisasi pengawasan hakim di daerah pemilihan dia di Lampung Tengah. Tentu saja Azis sebagai anggota Komisi Hukum yang bermitra dengan KY dan Mahkamah Agung.

Azis tergolong anggota Dewan yang cerdas, piawai dalam  berpolitik. Pernah menjadi Wakil Ketua Komisi III, kini Wakil Ketua DPR mendampingi Puan Maharani. Juga  Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR yang sebelumnya selalu dipegang Setya Novanto,  yang sekarang mendekam di Lapas Sukamiskin. Pendidikannya bagus. Dia pemegang gelar doktor hukum dari Universitas Padjadjaran. Gelarnya berderet: DR. HM. Azis Syamsuddin, SE., SH., MAF., MH.

Azis bisa melejit kariernya, setahu saya karena dia  dikenal sangat dekat dengan pentolan Golkar, Aburizal Bakri. Saat heboh Aburizal membawa terbang membawa artis cantik  Marcella Zalianty berlibur dengan  jet pribadi ke  Maladewa nan eksotis. Azis pun menyertai.

Tentang kasus terbarunya konon berjibun. Semuanya terkait suap menyuap dan "tolong menolong". KPK mulai membuka satu persatu kasus yang melilit Azis. Namanya disebut-sebut dalam sidang korupsi di beberapa pengadilan. Atas nama praduga tak bersalah saya tak perlu membuka lebih jauh. Melihat keseriusan KPK sampai menjemput paksa Azis yang pura-pura kena Covid, rasanya Azis sulit menghindar dari bui. 

Tapi perlu diketahui di era Firli Bahuri ini KPK mulai bisa menerapkan penghentian penyidikan, alias SP3. Bisa saja, "sim salabim" Azis lolos dari jerat hukum. Wallahu a'lam bisshawab. (*)

*Imam Anshori Saleh, penulis, mantan anggota DPR-RI (2004-2009) dan mantan Wakil Ketua Komisi Yudisial RI (2010-2015).