Sikapi Peristiwa Intan Jaya, Legislator Asal Papua Ini Korodinasi dengan KSAD Jenderal Andika

Sikapi Peristiwa Intan Jaya, Legislator Asal Papua Ini Korodinasi dengan KSAD Jenderal Andika
Anggota Komisi I DPR RI Bidang Pertahanan, Yan Permenas Mandenas, dan Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jendral Andika Prakasa (foto SINDOnews)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Konflik di Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang telah menewaskan Seorang Pendeta serta warga sipil dan anggota TNI disikapi serius oleh Anggota Komisi I DPR RI Bidang Pertahanan Yan Permenas Mandenas. Bahkan Yan Mandenas telah meminta kepada Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jendral Andika Prakasa untuk memfasilitasi penyelesaian konflik di daerah asalnya tersebut.

"Saya terus memonitor apa yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya dalam sepakan ini. Maka saya langsung menghubungi KSAD, Jendral Andika Prakasa kemarin Malam," ungkap Yan Mandenas, dalam keterangan persnya, Senin (21/09/2020).

Yan mengaku sedih melihat konflik yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua dalam sepekan ini, mulai dari dua tukang ojek ditembak kelompok kriminal bersenjata dan saat ini sedang mendapat perawatan Medis di Kabupaten Mimika.

Yan meminta Panglima TNI dan para pihak terkait agar dilakukan investigasi cepat dan mengungkapkan para pelaku, terkait rentetan penembakan di Kabupaten Intan Jaya, khususnya kejadian yang terjadi dalam satu pekan ini.

“Khusus penembakan yang terjadi terhadap hamba Tuhan saya akan mengawal sampai tuntas Agar diungkapkan jelas para pelakunya, sehingga perlu di seriusi oleh semua pihak," tutur Yan Mandenas yang lolos ke Senayan melalui daerah pemilihan Papua itu. 

Yan Mandenas menegaskan, Panglima TNI, KSAD, Pangdam, Kapolda agar menseriusi kejadian ini dengan memerintahkan Bupati Intan Jaya bersama Unsur Muspida di daerah segera melakukan pembentukan tim Investigasi dan memfasilitasi, serta mencari fakta sebab dan akibat kronologi kejadian dalam seminggu ini di Intan Jaya.

“Dengan begini, ada langka-langkah kedepan untuk menyelesaikan masalah konflik dan mendeteksi ancaman ganguan kemanan di daerah tersebut," pungkasnya.