Israel Kembali Gempur Gaza, Korban Tewas Kini 176 Orang Termasuk 47 Anak-anak

Israel Kembali Gempur Gaza, Korban Tewas Kini 176 Orang Termasuk 47 Anak-anak
Warga Palestina menggelar shalat jenazah untuk dua wanita dan delapan anak dari keluarga Abu Hatab di Gaza City, yang tewas setelah serangan udara Israel pada Sabtu (15/5/2021). (AP PHOTO)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Militer Israel terus melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Serangan terbaru dilakukan pada Minggu (16/5) pagi.

Akibat serangan itu, dilaporkan 26 warga Palestina termasuk delapan anak-anak di Jalur Gaza tewas. Mereka tewas akibat serangan roket dari militer Israel.

"Roket ditembakkan ke Israel hingga hari ketujuh," kata seorang pejabat kesehatan Gaza dikutip kumparan dari Reuters.

"Serangan udara lain menewaskan seorang ahli saraf Gaza dan melukai istri dan putrinya," tambah mereka.

Dalam serangan udara itu, militer Israel mengatakan mereka telah menghantam rumah milik Yehya Al-Sinwar di selatan Kota Gaza, Khan Younis. 

Sinwar merupakan mantan tahanan Israel dan baru dibebaskan dari penjara Israel pada 2011. Kini ia termasuk salah satu pejabat Hamas di Gaza.

Dengan tambahan itu, kini jumlah korban tewas di jalur Gaza menjadi 174. Termasuk 47 anak-anak. Sementara pejabat kesehatan Israel melaporkan 10 orang tewas, termasuk dua anak-anak.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada Minggu malam membahas kekerasan antara Israel dan Palestina yang terjadi dalam beberapa tahun terkahir.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres prihatin dengan konflik ini. Ia mengingatkan semua pihak agar tidak melibatkan warga sipil.

"Bahwa setiap penargetan warga sipil dan struktur media secara sembarangan melanggar hukum internasional dan harus dihindari dengan segala cara," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Sejauh ini, baik Israel dan Hamas bersikeras akan terus melakukan serangan di perbatasan setelah Israel menghancurkan gedung Al-Jala yang memiliki 12 lantai di Kota Gaza. Gedung itu juga menjadi kantor media Associated Press (AP) AS dan media Al Jazeera yang berbasis di Qatar.

Militer Israel mengatakan, Gedung Al-Jala adalah target militer yang sah karena berisi kantor militer Hamas. Mereka juga telah memberikan peringatan kepada warga sipil untuk keluar dari gedung tersebut.

Ketegangan antara Palestina dan Israel bermula dari penggusuran yang dilakukan Israel di Sheikh Jarrah dan peristiwa kekerasan jemaah salat di Masjid Al-Aqsa, masjid suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi.

Banyak warga Palestina terluka akibat serangan aparat Israel pada 7 Mei 2021 tersebut. Bentrokan berlanjut hingga beberapa hari selanjutnya.

Hamas, penguasa Jalur Gaza, membalas kekerasan itu dengan menembakkan roket ke arah Israel. Israel membalasnya dengan serangan udara ke Jalur Gaza.