Selidiki Penciptaan Tata Surya, Wahana NASA Mendarat di Asteroid Bennu 

Selidiki Penciptaan Tata Surya, Wahana NASA Mendarat di Asteroid Bennu 
Wahana NASA

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Wahana luar angkasa NASA, Osiris-Rex, telah menyelesaikan manuver untuk mengambil bebatuan pada permukaan asteroid. Sinyal radio dari 330 juta km mengkonfirmasi bahwa wahana itu melakukan kontak dengan asteroid Bennu selebar 500 meter. 

Tetapi misi yang dipimpin NASA itu harus menunggu data lebih lanjut dari Osiris-Rex sebelum diketahui dengan pasti bahwa bebatuan tersebut benar-benar diambil. Tujuannya adalah untuk mendapatkan setidaknya 60 gram, bahkan mungkin lebih dari satu kilogram sampel. 

Bennu adalah objek luar angkasa yang sangat primitif, para ilmuwan mengatakan pasir dan debu yang ada di permukaannya dapat menyimpan petunjuk menarik tentang bahan kimia yang menciptakan Matahari dan planet-planet lain lebih dari 4,5 miliar tahun yang lalu. 

"Tim ini sangat senang; semua orang sangat bangga," kata peneliti utama Dante Lauretta dari University of Arizona, Tucson. 

"Ini adalah tonggak penting dari misi ini. Sekarang diperlukan beberapa hari lagi untuk mencari tahu berapa banyak sampel menakjubkan itu yang kami dapatkan. Kami telah memikirkan sampel ini selama beberapa dekade," tambah Thomas Zurbuchen, associate administrator untuk sains NASA. 

Dengan asumsi ada sampel aman di atas pesawat, sampel itu dijadwalkan kembali ke Bumi pada tahun 2023. Jika tidak, tim misi harus mengkonfigurasi Osiris-Rex untuk perjalanan lain. 

Wahana ruang angkasa itu beroperasi di bagian Bennu yang dijuluki Nightingale. Wahana itu turun perlahan ke zona target selebar 8m selama empat setengah jam, melewati beberapa batu besar yang mengesankan, termasuk blok setinggi dua lantai yang dijuluki Mount Doom. 

Osiris-Rex menggunakan apa yang oleh beberapa orang disebut sebagai "penyedot debu terbalik" untuk menarik objek. Cara ini lebih tepat disebut Mekanisme Akuisisi Sampel Touch-and-Go, atau Tag-Sam, perangkat ini memiliki perangkat seperti lengan panjang dengan cincin di ujungnya. 

Idenya adalah untuk mendorong cincin ke permukaan dan pada saat yang sama mengeluarkan aliran gas nitrogen untuk menendang batuan-batuan kecil [hingga masuk ke perangkat pengambilan sampel]. 

Pengontrol memiliki sensor pada Osiris-Rex untuk melaporkan kembali semua pengambilan sampel tetapi mereka membutuhkan waktu untuk menilai secara tepat materi apa saja yang mungkin terperangkap dalam cincin pengambilan sampel. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memotret cincin itu. Mereka akan melakukan ini. Tapi mereka juga akan memutar wahana luar angkasa. 

Setiap beban tambahan di pesawat akan mengubah jumlah torsi yang dibutuhkan untuk memutar probe. Teknik ini dapat mengungkapkan jumlah debu dan pasir hingga 10 gram atau lebih. 

Osisris-Rex mengambil gambar selama misi itu tetapi tidak dapat mengirimkannya kembali karena bandwidth yang terbatas dari jarak yang begitu jauh. NASA berjanji untuk merilis beberapa foto pada hari Rabu.