Sejarah TMII, Berawal dari Gagasan Tien Soeharto

Sejarah TMII, Berawal dari Gagasan Tien Soeharto

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan aset negara di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) yang selama 44 tahun terakhir dikelola oleh Yayasan Harapan Kita.

Diketahui luas lahan TMII mencapai 146.7 hektare dan berlokasi di kawasan strategis Jakarta Timur. Nilai aset dari lahan TMII, menurut perhitungan revaluasi aset pada 2018, mencapai Rp20 triliun.

TMII sendiri dibangun sebagai bentuk rangkuman secara nyata bangsa Indonesia lewat sebuah miniatur. Pembangunan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 33 provinsi di Indonesia pada tahun 1975.

Bangunan miniatur yang ditampilkan dalam bentuk anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah. Gagasan pembangunan suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. 

Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada 13 Maret 1970. Gagasan tersebut makin mantap setelah Tien selaku Ibu Negara menyertai perjalanan kerja Presiden Soeharto ke berbagai negara. 

Tien Soeharto mendapat kesempatan mengunjungi obyek-obyek wisata di luar negeri, di antaranya Disney Land Amerika Serikat dan Timland di Muangthai, Thailand.

Pada penutupan Rapat Kerja Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia di Istana Negara 1971, Tien Soeharto dengan di dampingi Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud untuk pertama kalinya memaparkan maksud dan tujuan pembangunan Miniatur Indonesia "Indonesia Indah" di depan umum.

Dengan surat YHK, Tien Soeharto menugaskan Nusa Consultans untuk membuat rencana indukdan studi kelayakan. Tugas itu selesai dalam waktu 3.5 bulan. Pada 30 Juni 1972 pembangunan dimulai tahap demi tahap secara bersinambungan. 

Rancangan bangunan utama berupa peta relief Miniatur Indonesia berikut penyediaan airnya, Tugu Api Pancasila, bangunan Joglo, dan Gedung Pengelolaan disiapkan oleh Nusa Consultants berikut pembuatan jalan dan penyediaan kaveling tiap-tiap bangunan.

Sementara itu, rancangan bangunan lain, seperti bangunan khas tiap daerah, dikerjakan oleh berbagai biro arsitek. Nusa Consultants hanya membantu menjaga keserasian keseluruhannya. 

Bahkan, dalam kurun waktu tiga tahun pembangunan TMII tahap pertama dinyatakan selesai. TMII akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 25 April 1975.

Tidak hanya itu, di dalam satu wilayah TMII, Museum prangko juga turut dibangun. Museum prangko ini juga merupakan salah satu wahana untuk menyelenggarakan pameran prangko secara tetap yang didirikan atas gagasan ibu negara Tien Suharto.

Kemudian, dibangunlah museum prangko di atas lahan seluas 9.590 m2. Letaknya berada di dalam area Taman Mini Indonesia Indah, di sebelah kanan Museum Komodo.

Bangunan bergaya Bali dan Jawa itu lalu diresmikan oleh Presiden Suharto pada 29 September 1983. Sementara itu di halaman depan terdapat bola dunia dengan burung merpati membawa surat di paruhnya, lambang tugas PT Pos Indonesia (Persero) telah menjangkau seluruh dunia.

Taman Mini Indonesia Indah juga memiliki perpustakaan dengan fasilitas yang cukup baik. Di sini terdapat ruang koleksi dan ruang baca. 

Katalog online juga dapat diakses melalui internet. Lokasi perpustakaan ini terdapat di dekat kantor pengelola Taman Mini Indonesia Indah.

Bangunan keagamaan diwakili oleh beberapa rumah ibadah agama resmi yang diakui di Indonesia, hal ini untuk menggambarkan toleransi dan keselarasan hubungan antar agama di Indonesia.

Sejak tahun 1975 hingga tahun 2000 rancangan asli TMII terdiri atas anjungan rumah adat dari 27 provinsi di Indonesia, termasuk Timor Timur. Akan tetapi setelah Timor Leste merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 2002, status anjungan Timor Timur berubah menjadi Museum Timor Leste. 

Selain itu karena kini Indonesia terdiri atas 34 provinsi, anjungan-anjungan provinsi baru seperti Bangka Belitung, Banten, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Gorontalo, Kepulauan Riau, dan Papua Barat telah dibangun di sudut Timur Laut TMII, walaupun ukuran dan luas anjungan provinsi baru ini jauh lebih kecil dari anjungan provinsi yang telah dibangun sebelumnya.

Tidak hanya itu, Teater IMAX Keong Emas yaitu teater dengan layar berukuran raksasa, jauh lebih besar daripada layar bioskop ukuran normal. Di Teater IMAX Keong Mas diputar berbagai film mulai dari film bertemakan lingkungan dan kebudayaan nusantara sampai film-film box office yang resolusinya diubah menjadi khusus untuk teater IMAX. 

Film IMAX yang diputar antara lain Indonesia Indah II, Force of Nature, T-Rex, Blue Planet, Arabia, Journey to Mecca, dll. 

TMII juga memiliki logo yang pada intinya terdiri atas huruf TMII, Singkatan dari "Taman Mini Indonesia Indah". Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra).

Maskot "Taman Mini Indonesia Indah" ini diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991. (Jo)