Rupiah Menguat 59 Poin di Level Rp14.260 per Dolar AS

Rupiah Menguat 59 Poin di Level Rp14.260 per Dolar AS

JAKARTA, SENAYANPOST.com  - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (7/5/2021) pagi, menguat 59 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp14.260 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.319 per dolar AS.

Pada perdagangan Kamis (6/5/2021) di pasar spot, rupiah ditutup menguat 0,8 persen atau 116 poin ke level Rp14.319. Adapun pergerakan harian rupiah berada di rentang Rp14.315-Rp14.421,5. 

Penguatan rupiah kemarin sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS. Indeks yang melacak pergerakan mata uang dolar terhadap enam mata uang utama lainnya tersebut turun 0,173 atau 0,19 persen ke level 91,120 saat rupiah ditutup menguat. 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai masih ada potensi yang cukup besar bagi rupiah untuk menguat. Saat ini pasar masih ditopang perbaikan data ekonomi AS, khususnya data pengangguran yang tidak sekuat prediksi sebelumnya. 

"Dengan demikian, masih berpotensi menekan nilai tukar dolar AS. Pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak di kisaran 14.300," ungkap Yusuf, Kamis (6/5/2021). 

Di sisi lain, pemerintah AS baru saja merilis aturan yang melepaskan paten untuk produk vaksinasi untuk membantu proses vaksinasi di seluruh dunia. 

"Tentu ini merupakan kabar baik bagi upaya pemulihan dari Covid-19. Untuk Indonesia, ini selaras dengan upaya dalam menjaga momentum tren kasus baru yang saat ini berada dalam tren penurunan," urainya. 

Terkait momentum Idul Fitri, Yusuf menilai sebenarnya permintaan uang jelang Lebaran tidak secara langsung memengaruhi pergerakan rupiah. 

"Hanya saja ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa momentum pemulihan ekonomi sedang berjalan, karena masyarakat aktif dalam melakukan aktivitas perekonomian sehingga mendorong permintaan terhadap uang berjalan," ujarnya. 

Artinya, geliat ini selaras dengan upaya pemulihan yang sedang dilakukan dan proyeksi pertumbuhan ekonomi tumbuh di level positif semakin besar peluangnya untuk terjadi. (Jo)