Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.535 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.535 per Dolar AS
Rupiah

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.535 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (8/4/2021) sore. Posisi tersebut melemah 0,23 persen dibandingkan perdagangan Rabu (7/4) sore di level Rp14.495 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.580 per dolar AS, atau melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp14.513 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,34 persen, dolar Singapura menguat 0,04 persen, dolar Taiwan menguat 0,01 persen, peso Filipina menguat 0,14 persen, dan rupee India menguat 0,09 persen.

Sebaliknya yuan China melemah 0,13 persen, won Korea Selatan melemah 0,09 persen, ringgit Malaysia melemah 0,07 persen, dan bath Thailand terpantau melemah 0,21 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju juga bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,01 persen dan franc Swiss menguat 0,23 persen. Sebaliknya dolar Australia melemah 0,18 persen dan dolar Kanada melemah 0,07 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar kembali menguat usai bank sentral The Federal Reserve (The Fed) AS menegaskan akan melanjutkan dukungan kebijakan moneter sampai pemulihan ekonomi berada pada pijakan yang lebih kokoh dalam risalah terbarunya.

"Tak hanya itu para pejabat AS juga menilai risiko inflasi dari lonjakan imbal hasil Treasury baru-baru ini, mencerminkan prospek pertumbuhan yang lebih kuat," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara dari dalam negeri, pemulihan ekonomi yang terus dibayangi oleh risiko peningkatan kasus covid-19 turut menekan rupiah.

"Kunci sukses pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua nanti harus dibarengi dengan kontrol ketat terhadap penyebaran virus covid-19. Apabila penyebaran virus mematikan tidak bisa terkontrol, maka akan menghambat pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Untuk perdagangan besok, ia memprediksi mata uang rupiah masih akan melemah dengan pergerakan di rentang Rp14.530-14.590 per dolar AS.