Riz Ahmed, Aktor Muslim Pertama Raih Nominasi Aktor Terbaik Oscar

Riz Ahmed, Aktor Muslim Pertama Raih Nominasi Aktor Terbaik Oscar
Aktor Riz Ahmed saat menghadiri ajang Oscar 2017 di California (REUTERS)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Riz Ahmed, aktor Inggris berdarah Pakistan, mencetak sejarah sebagai Muslim pertama yang meraih nominasi di kategori aktor terbaik untuk ajang Oscar atas perannya sebagai penabuh drum yang kehilangan pendengaran dalam film, Sound of Metal. Ajang Oscar akan diselenggarakan 25 April mendatang.

Salah satu film yang dijagokan dalam perhelatan Academy Awards atau Oscar tahun ini adalah film bertema drama, “Sound of Metal.”

Film ini bercerita mengenai seorang penabuh drum metal dan punk asal Amerika, yang kehidupannya berubah, ketika dirinya mengalami kehilangan pendengaran saat tengah melakukan tur.

Film ini dibintangi oleh aktor Muslim Inggris berdarah Pakistan, Rizwan Ahmed atau lebih dikenal sebagai Riz Ahmed, yang juga adalah seorang rapper.

Lewat perannya sebagai penabuh drum bernama Ruben Stone, Riz Ahmed berhasil meraih nominasi Oscar pertamanya di kategori bergengsi, aktor terbaik.

Ini menjadikannya sebagai aktor muslim pertama dalam sejarah Oscar yang berhasil meraih nominasi di kategori bergengsi, aktor terbaik.

“Sangatlah berarti bagi saya bahwa banyak orang dapat (melihat kesamaan dalam diri mereka) pada momen perayaan ini. Menyenangkan jika orang-orang bisa mengerti (melihat kesamaan), karena saya adalah Muslim pertama yang dinominasikan di kategori (aktor terbaik),” kata Riz Ahmed lewat wawancara dengan Reuters belum lama ini seperti dikutip VOA Indonesia.

Di kategori aktor terbaik Oscar, Riz Ahmed akan bersaing dengan Anthony Hopkins, Steven Yeun, Gary Oldman, dan mendiang aktor Chadwick Boseman.

Tahun 2017, Riz Ahmed mendobrak batasan di ajang Emmy Awards saat memenangkan penghargaan di kategori aktor pemeran utama terbaik untuk film seri The Night of. Ia mencetak sejarah sebagai Muslim dan keturunan Asia pertama yang pernah memenangkan piala Emmy di kategori akting untuk peran utama.

Di tahun yang sama, aktor Mahershala Ali menjadi aktor Muslim pertama dalam sejarah yang memenangkan piala Oscar di kategori aktor pemeran pembantu terbaik untuk film Moonlight, dan juga film Green Book pada tahun 2019.

Selama penggarapan film Sound of Metal, Riz Ahmed keluar dari zona nyamannya, saat memerankan tokoh Ruben yang tiba-tiba kehilangan pendengarannya.

Empat bulan sebelum syuting dimulai, pindah ke Brooklyn untuk bekerja sama dengan salah seorang penulis, sekaligus sutradara, Darius Marder.

Ia belajar menabuh drum dan mempelajari American Sign Language (ASL) atau bahasa isyarat Amerika secara intim bersama komunitas Tuli, Brooklyn Deaf Community. Ia menenggelamkan dirinya secara emosional dan fisik ke dalam proses yang telah mengubah hidupnya.

Untuk bisa benar-benar merasakan seperti layaknya orang Tuli, Riz Ahmed mengenakan alat yang bisa mengeluarkan derau putih dalam intensitas yang berbeda. Ini memungkinkannya untuk bisa sedekat mungkin mengalami ketulian progresif yang dapat disimulasikan oleh para pembuat film, termasuk ketidakmampuan untuk mendengar bahkan suaranya sendiri.

“Yang pasti ini merupakan sebuah tantangan dan terkadang benar-benar menakutkan. Saya tidak begitu yakin apakah saya berada di posisi yang seharusnya dan selalu merasa harus melangkah lebih jauh lagi, dan melakukan yang lebih baik. Jujur saja, itu merupakan pengalaman yang sangat memperkaya,” kata Riz Ahmed kepada Associated Press.

Sebagai seorang aktor dan rapper, Riz Ahmed mengaku banyak berkomunikasi lewat kata-kata. Lain halnya di film ini, di mana ia harus keluar dari zona kenyamanan dan melakukan komunikasi nonverbal, menggunakan bahasa tubuh.

“Saya banyak belajar. Saya merasa drum dan bahasa isyarat Amerika memberitahu saya arti yang sebenarnya dari apa yang harus disampaikan, yaitu berkomunikasi dari tubuh. Ironisnya, komunitas Tuli mengajarkan saya cara mendengarkan yang sebenarnya, yang bukan dilakukan hanya dengan menggunakan telinga. (Namun) mendengarkan dengan menggunakan seluruh tubuhmu,” kata aktor yang terkenal lewat film The Reluctant Fundamentalist, Rogue One, dan Jason Bourne ini.

Riz Ahmed mengatakan, film ini memiliki kesamaan dengan pandemi virus corona, khususnya pada apa yang dialami oleh tokoh Ruben Stone. Menurutnya, perjalanan hidup Ruben hampir menyerupai bagian kecil dari apa yang kita alami di tengah pandemi.

“Ruben adalah orang yang gila kerja. Tiba-tiba ia dihadapkan pada krisis kesehatan, yang membuatnya merasa seperti dalam situasi lockdown. Ruben seakan dipaksa untuk menilai kembali kehidupannya, mengenai apa yang sebenarnya penting, seperti yang dialami oleh kebanyakan orang saat ini,” ujar aktor kelahiran tahun 1982 ini.

Hilangnya pendengaran Ruben secara tiba-tiba mengancam mata pencahariannya dan membuatnya kembali menjadi pecandu narkoba, setelah terbebas selama empat tahun terakhir.

Lou, pacar sekaligus rekan band-nya, yang diperankan oleh aktris Olivia Cooke meyakinkannya untuk pergi ke tempat rehabilitasi khusus untuk para pecandu yang rungu. Ruben pun harus meninggalkan pacarnya dan belajar untuk menangani kehilangan pendengarannya.

Kepada Associated Press, Olivia Cooke mengaku terkesima pada naskah skenario yang ditulis oleh Darius Marder dan adiknya, Abraham Marder. Kisah itu mencakup cinta, kehilangan, kecanduan, dan kepemilikan.

“Saat pertama kali membaca naskah film itu, saya merasa bahwa dalam waktu yang singkat, film ini mengangkat banyak isu secara halus, dengan penuh perasaan,” kata Olivia Cooke.

Di tempat rehabilitasi, Ruben melalui proses yang sulit untuk membangun kembali kehidupannya. Tanpa menguasai bahasa isyarat di dunia tuna rungu, ia merasa tersesat. Ia lalu mempelajari bahasa isyarat dengan anak-anak tuli yang duduk di bangku sekolah dasar, dan seperti menjadi kakak bagi mereka.

Riz Ahmed mengatakan, ketidakmampuan Ruben untuk menjalani hidup sendirian di dunia yang tanpa pendengaran, juga paralel dengan pandemi yang tengah berlangsung.

“Saya pikir banyak dari kita yang menyadari bahwa kesejahteraan kita saling bergantung (satu sama lain) dan individualisme tidak akan membantu Anda melewatinya. Kita perlu bekerja sama untuk menghadapi tantangan terbesar di hadapan kita, baik dalam kehidupan pribadi kita atau sebagai satu kesatuan planet (secara keseluruhan),” tambahnya.

Tokoh Ruben digambarkan sebagai sosok yang berguna di antara pecandu dewasa yang tergabung dalam kelompok pemulihan. Setiap hari, Ruben diminta oleh pemilik fasilitas rehabilitasi yang diperankan oleh aktor Paul Raci, untuk menuangkan isi hatinya ke dalam tulisan.

Adalah suatu hal yang penting bagi sutradara Darius Marder untuk membuat film yang tulus dan memiliki makna yang dalam. Cerita dalam film ini bagaikan sebuah jendela untuk melihat kebudayaan dan perjalanan hidup banyak orang, baik yang tuli, yang memiliki gangguan pendengaran, maupun anak-anak penyandang tuna rungu.

Olivia Cooke menambahkan, Darius Marder melibatkan komunitas tuli sejak awal dan ingin membuat film ini menjadi se-autentik mungkin.

“(Darius) tidak ingin mendapat pujian. Ia hanya ingin membuat filmnya benar-benar seperti cerita nyata,” kata Olivia Cooke.

Film “Sound of Metal” adalah film produksi Amazon yang dirilis melalui layanan streaming. Selain nominasi aktor terbaik yang diraih Riz Ahmed, film “Sound of Metal” berhasil meraih 5 nominasi Oscar lainnya, termasuk untuk kategori paling bergengsi, film terbaik. Ajang Oscar 2021 akan diselenggarakan tanggal 25 April 2021.