Ribuan Istri di Kendari Gugat Cerai Suami

Ribuan Istri di Kendari Gugat Cerai Suami
ILUSTRASI -- Nurhalimah (19) warga Desa Babadan, Kecamatan Sindang saat hendak mengajukan gugatan perceraian di Pengadilan Agama Indramayu hari ini, Selasa (25/8/2020). (Foto/Tribuncirebon)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pengadilan Agama Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mencatat sebanyak 805 perkara perceraian yang ditangani sejak Januari hingga September tahun 2021.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kendari, Abdul Mukti Jasri Saleh, mengatakan perkara perceraian di kendari didominasi gugatan pihak istri atau cerai gugat.

"Dari total itu, sebanyak sebanyak 637 perkara sudah diputuskan. Cerai gugat atau istri mengajukan perceraian sebanyak 478 perkara, serta cerai talak sebanyak 159 perkara," katanya dilansir Kendarinesia.

Sementara itu faktor perceraian paling banyak diakibatkan perselisihan secara terus-menerus, hingga faktor ekonomi.

"Faktor tertinggi perceraian itu karena perselisihan kedua belah pihak, ada juga karena meninggalkan pasangannya," katanya.

Selain itu, mayoritas usia pasangan yang melakukan perceraian di Kota Kendari didominasi oleh pasangan muda dengan rentang usia 20 hingga 40 tahun.

Angka perceraiannya pun meningkat secara signifikan, baru memasuki Oktober 2021, Pengadilan Agama Kendari sudah menerima perkara hingga mencapai 1139 kasus, meski secara keseluruhan belum diputuskan.

"Ini baru data rekapitulasi sampai september 2021, belum sampai bulan Desember, sudah mencapai 1.000 lebih," terangnya.

Abdul Mukti Jasri Saleh mengatakan pihaknya terus mengupayakan jalan terbaik bagi pasangan yang ingin bercerai. Jika masih bisa dipertahankan, tidak akan dilakukan perceraian karena dinilai sangat merugikan kedua belah pihak.

"Cukup banyak juga yang rujuk, sekitar lebih dari 20 lebih pasangan kembali rujuk," ujarnya.