Ratusan Warga Kampung Cipanas Mengungsi Akibat Longsor Gunung Windu

Ratusan Warga Kampung Cipanas Mengungsi Akibat Longsor Gunung Windu
Longsor

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sebanyak 560 warga Kampung Cipanas, Desa Wanasuka, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat mengungsi akibat ancaman longsor.

Koordinator Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Agus Budianto, mereka mengungsi karena khawatir ancaman gerakan tanah atau longsor yang terjadi di Gunung Windu Kampung Cipanas, Desa Wanasuka, Kecamatan Pangalengan.

"Lokasi longsor berada di bagian Selatan PT Star Energi dengan jarak sekitar 3,4 kilometer. Jarak dengan pipa gas Star Energi terdekat sekitar 1,4 kilometer," ujar Agus dalam keterangan resminya ditulis Bandung, Rabu, 24 Februari 2021.

Agus mengatakan longsor tersebut dibarengi dengan suara gemuruh yang terdengar sampai ke permukiman. Keterangan itu diperoleh usai tim kaji cepat gerakan tanah PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM diterjunkan 23 Februari 2021.

Berdasarkan keterangan dari surat berita acara adanya peristiwa longsor yang diterbitkan oleh Kepala Desa Wanasuka Maman tertanggal 13 Februari 2021, sebelum terjadinya longsor besar terdapat enam kali longsor kecil.

"Hari Rabu 10/02/2021 jam 15.30 WIB terjadi longsor kecil. Hari Jumat 12/02/2021 jam 22.00 WIB terjadi longsor kecil. Hari Jumat 12/02/2021 jam 22.30 WIB terjadi longsor sedang. Hari Jumat 12/02/2021 jam 23.00 WIB terjadi longsor besar. Hari Sabtu 13/02/2021 jam 01.00 WIB terjadi longsor sedang. Hari Sabtu 13/02/2021 jam 08.00 WIB terjadi longsor kecil," tulis Maman, Sabtu (27/2).

Dengan adanya kejadian itu, warga diungsikan ke berbagai tempat. Di antaranya ke Kantor Desa Wanasuka, Kampung Wanasuka, Kampung Kiararoa, Kampung Purbasari Desa Wanasuka.

Ada juga warga yang mengungsi ke kampung lain yaitu Kampung Cibolang Desa Banjarsari, Kampung Pintu Desa Sukamanah, Kampung Pasir Sinyoh Desa Margamulya dan Kampung Talun Desa Santosa. Sedangkan sebagian warga lainnya mengungsi ke Kampung Cipanas.

"Mayoritas yang diungsikan adalah warga perempuan, anak-anak, manula serta warga yang sedang sakit. Saat ini kebutuhan yang diperlukan selimut, obat-obatan, makanan siap saji dan pemantau untuk menenangkan warga," jelas Maman.

Sementara warga lain seperti Ketua RW, Ketua RT, Linmas, Karang Taruna, Lembaga Desa, Aparat Desa serta tokoh masyarakat siap siaga di sekitar lokasi kejadian. Mereka dibantu oleh Satpol PP Pangalengan, Petugas Kebun Purbasari, relawan kebencanaan Tapak Tiara, petugas pengamanan PT Star Energi, BPBD dan anggota Brimob.