Ratusan Pendaki Panik saat Rinjani Bergetar Diguncang Gempa

Ratusan Pendaki Panik saat Rinjani Bergetar Diguncang Gempa

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Sejumlah pendaki mengakui telah terjadi hujan batu dan longsor di sepanjang jalur pendakian menuju Gunung Rinjani saat gempa bumi 6,4 Skala Richter mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu (29/7/2018) pagi.

“Semua jalur pendakian sudah tertutup longsor dan sudah susah dilalui. Saya tidak ingat berapa titik yang terjadi longsor karena dari atas juga terjadi hujan batu,” ujar salah seorang porter Muhsan (40) saat baru turun dari Gunung Rinjani di pintu pendakian Bawak Nao di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, seperti diberitakan Antara.

Saat terjadi gempa hebat, kata Muhsan, ada sekitar 500 wisatawan sedang berada di atas pos Sembalun Lawang, sebelum lokasi menuju puncak Gunung Rinjani.

“Begitu gempa semua pendaki terjatuh, saking kerasnya getaran saat berada di atas punggungan Gunung Rinjani. Bahkan, masing-masing langsung lari menyelamatkan diri. Sudah tidak ada yang urus teman,” kata Muhsan.

Sementara itu, seorang pendaki asal Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Ahmad juga mengakui, ada lebih dari ratusan pendaki sedang berada di atas Gunung Rinjani saat terjadi gempa.

Baca Juga

“Semua langsung turun ke bawah karena di atas terjadi tanah longsor disertai jatuhnya batu-batu,” ujar Ahmad.

Ahmad mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah pendaki yang berada di atas Gunung Rinjani sudah turun semua atau tidak. Karena begitu terjadi gempa para pendaki langsung turun sambil berlari.

“Nah kalau soal itu saya kurang tahu pasti. Karena jumlah pendaki saja ada ratusan di atas, ada dari luar negeri dan dalam negeri,” tandasnya.

Staf Taman Nasional Gunung Rinjani Hasanudin mengatakan sebagian pendaki dari Bukit Palawangan dan kawasan puncak Gunung Rinjani telah turun dari pendakian. Namun masih ada sebagian pendaki yang tertahan di Danau Segara Anak.

“Masih ada pendaki yang di danau ya. Dipastikan hari ini seluruh pendaki akan turun karena situasi tidak memungkinkan,” ujar Hasanudin.

Hasanudin mengaku belum mengantongi jumlah pendaki yang masih berada di Gunung Rinjani. Hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan data para pendaki yang masih berada di atas.

“Kami juga masih mencari informasinya, belum bisa dipastikan. Ini yang turun terus berdatangan,” katanya.

Tim SAR sejauh ini mencatat seorang pendaki tewas tertimbun longsor akibat guncangan gempa. (JS)