Ramadhan Bersama Covid19

Ramadhan Bersama Covid19

Oleh: Fauzi Rahman

JUDUL tulisan ini mungkin bisa dinilai bombastis dan berlebihan. Saya sengaja menulis judul ini dimaksudkan bahwa puasa Ramadhan th 2020 M/1441H ini memang “istimewa” karena pandemi virus corona yang populer dengan COVID19

Sejak saya lahir– bahkan mungkin berapa ratus tahun sebelumnya — belum pernah merasakan berpuasa ramadhan dalam keadaan mencekam, tanpa shalat berjemaah baik shalat fardu maupun sunnah tarawih di mesjid, tanpa buka dan sahur bersama, tanpa tadarus bersama, tanpa pengajian dan kultum menjelang buka dan setelah subuh, dan bahkan mungkin juga tanpa shalat idul fitri bersama di mesjid maupun lapangan. Tentu ini bisa saja menjadi pengalaman pertama dan terahir bagi saya dan juga bagi kaum muslimin seantero dunia. Bahkan tahun ini yang biasanya masjidil haram setiap ramadhan penuh sesak oleh umat Islam sekarang sunyi seperti kuburan, sebuah ujian dari Allah yg sangat luar biasa untuk kita bisa maknai dan ambil hikmahnya

Kondisi senacam ini sebenarnya meskipun disebut kondisi yang tidak ideal berpuasa Ramadhan tahun ini tapi dari perspektif yang berbeda malah menjadi sangat istimewa, kenapa begitu? Ada beberapa hal yang bisa saya catat pada tulisan pendek, ringan dan sederhana ini.

PERTAMA, situasi pandemik covid19 ” mengharuskan ” kita stay at home, artinya kita akan tidak keluar rumah kalau tidak ada keperluan yang urgen dan darurat.

Dengan selalu di rumah maka tadarus khataman al-Qur’an bisa lebih efektif, misalkan saja sehari kita plot waktu 2 jam untuk baca al-Qur!an, bagi yg ngajinya lancar bisa 4 juz dalam 2 jam, maka paling tdk sebulan bisa khatam 4x, menurut saya istimewa apalagi kita juga bisa menambah dua jam untuk memahami arti dan tafsirnya

KEDUA, ibadah di rumah baik shalat maupun aktifitas lainnya yang biasanya di mesjid bisa saja lebih terhindar dari riya, ingin dipuji orang, sebab yg namanya hati ketika ibadah diruang publik terbetik ingin dipuji orang, kalau di rumah akan lebih kecil kemungkinannya untuk ingin dipuji orang, sekaligus juga akan teruji apa shalat sunnah kita sebanyak dan seistiqomah kalau dimesjid, tentu harapannya istiqomah dan bahkan bisa lebih kuantitas dan kualitasnya

KETIGA, lebih banyak waktu untuk baca buku, berdzikir, dan bahkan bisa memberi kultum bagi internal keluarga, dan kalau memungkinkan bisa secara bersama memperdalam ilmu agama maupun bidang ilmu lainnya dengan cara dialog dan diskusi

KEEMPAT, bagi yang masih mampu berbagi karena takjil dan sahur bersama dimesjid juga ditiadakan maka cukup memesan nasi kotak atau yang lainnya agar bisa membantu saudara kita yang terbatas sekaligus membantu menjalanksn roda ekonomi para pemilik warung yang sekarang kehilangan pelanggan

Mari kita sambut Ramadhan dengan segala kegembiraan di hati walau keadaan di luar mencekam, semoga puasa kita benar-benar bisa mencapai puncak taqwa kepada Allah. Ramadhan itu permulaannya penuh rahmat tengahnya penuh maghfiroh dan di ahirnya terhindar atau merdeka dari api neraka

Selamat berpuasa Ramadhan. Insyaallah puasa tahun ini paling istimwewa dan pahalanya lebih berlipat ganda.

Semoga pandemi Covid19 pada bulan mulia ini dihilangkan Allah SWT.

*Fauzi Rahman, Alumni PP Raudlatul Muta’allimin Situbondo, PP Nurul Jadid Paiton dan Fak Syari’ah UIN SUKA Yogyakarta.