Polisi Turki Bubarkan Iktikaf Kelompok Antipemerintah

Polisi Turki Bubarkan Iktikaf Kelompok Antipemerintah
Petugas Unit Polisi Mounted Ankara berpatroli dengan menunggang kuda di distrik Ulus, Ankara, Turki. (AFP)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Polisi Turki membubarkan kegiatan yang dilakukan kelompok antipemerintah. Kejadian itu menimpa Yayasan Furkan terjadi di Provinsi Gaziantep.

Insiden tersebut berlangsung pada 3 Mei 2021. Saat itu, anggota Yayasan Furkan tengah beribadah iktikaf 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Terkait pembubaran tersebut, Yayasan Furkan mengaku heran. Sebab, pemerintah Turki beralasan pembubaran dilakukan terkait pembatasan aktivitas sosial pandemi COVID-19.

Yayasan itu menyatakan bahwa saat berkegiatan mereka mematuhi semua protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak, dan membatasai jumlah orang.

"Ini Turki, bukan Israel," ucap Ketua Yayasan Alparslan Kuytul yang menyindir sikap represif aparat Turki seperti dikutip kumparan dari TurkishMinute.

"Mereka justru mengizinkan orang berkumpul di stadion, transportasi umum dan pabrik meskipun telah ada kebijakan pembatasan tetapi malah mencegah sekelompok kecil orang beribadah," sambung dia.

Yayasan Furkan dalam beberapa tahun terakhir dikenal kritis terhadap Pemerintahan Turki di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan dan partai penguasa, AKP.

Ketua Alparslan Kuytul kini berhadapan dengan berbagai tuntutan atas sikap kritisnya.