PKPI Pasang Badan Tolong Ibu-ibu Korban Pinjol

PKPI Pasang Badan Tolong Ibu-ibu Korban Pinjol
Ilustrasi | SENAYANPOST.com

JAKARTA, SENAYANPOST.com - PKP Indonesia melalui Lembaga Bantuan Hukum Garuda Sakti PKPI menegaskan dukungannya terhadap semua ibu-ibu yang menjadi korban pinjaman online. Rata-rata dari mereka yang jadi korban dari para jasa keuangan online adalah kaum perempuan yang tak berdaya.

Lembaga Bantuan Hukum Garuda Sakti PKPI ini dipimpin oleh pengacara Sunan Kalijaga. Di PKP Indonesia sendiri, Sunan adalah Wakil Ketua DPN PKPI. Acara yang digelar di Lobi Selatan Plaza Indonesia pada Kamis (22/4/2021) ini juga dihadiri Plt Sekjen PKPI Keke Takudaeng Parawansa.

"PKP indonesia siap memberi wadah kepada perempuan untuk menyuarakan hak asasinya jika terjadi hal-hal yang merugikan bagi kaum perempuan. Perempuan sebagai pilar negara harus dilindungi harga diri dan martabatnya. Apalagi sudah banyak korban dan mereka diteror," tegas Keke.

Kaum perempuan ini merasa terjebak. Di satu sisi, akibat himpitan ekonomi, mereka terpaksa berutang kepada para peminjam online. Tapi cara menagihnya seringkali melanggar hak asasi.

Keke bilang, banyak dari korban pinjaman online yang bahkan berniat bunuh diri. Mereka umumnya tidak mampu menahan teror-teror yang mengarah ke bentuk pelecehan.

"Banyak dari mereka yang alat pencabulan dengan mengirim foto-foto tak senonoh yang mengatasnamakan foto itu adalah alat kemaluan dari ibu atau anak dari para korban," beber Keke.

PKPI menilai isu korban pinjaman online ini harus terus disuarakan. Dan para penipunya harus diusut sampai tuntas. PKPI juga mendesak perlunya segera keluar relaksasi dan restruktrukturisasi fasilitas pembiayaan dari pemerintah.

"PKPI menyayangkan Pinjaman Online ini yang seharusnya menjadi solusi malah menjadi persoalan yang meresahkan masyarakat khususnya bagi kaum perempuan atau ibu-ibu yang telah menjadi korban ketidakadilan ini karena mereka dimanfaatkan oleh situasi yang tidak menguntungkan," beber Keke.

"PKP Indonesia mendesak adanya sinergi antara OJK dan Kominfo khususnya terkait denga Pinjaman Online yang illegal, serta peran Kepolisian Republik Indonesia untuk menyikapi adanya dugaan perencanaan atau intimidasi baik lewat UU ITE maupun Pidana Umum," sambung Keke lagi.

Keke meminta seluruh perempuan Indonesia jangan takut menyuarakan hak asasinya. Jika ada teror semacam itu, segera laporkan kepada pihak yang berwajib.