Perusahaan AS Kembali Diizinkan Kerja Sama Dengan Huawei, Ini Alasannya

Perusahaan AS Kembali Diizinkan Kerja Sama Dengan Huawei, Ini Alasannya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Perusahaan di Amerika Serikat (AS) akan kembali bisa berbisnis dengan Huawei untuk menerapkan standard jaringan internet 5G.

Perubahan aturan ini dijadwalkan rilis hari ini (16/6/2020). Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengkonfirmasi informasi tersebut kepada Reuters.

“Amerika Serikat tidak akan menyerahkan kepemimpinan dalam inovasi global,” kata Will Ross, Selasa (16/6/2020).

“Departemen Perdagangan berkomitmen untuk melindungi kepentingan keamanan luar negeri dan kebijakan luar negeri AS. dengan mendorong industri AS untuk sepenuhnya terlibat dan mengadvokasi teknologi AS untuk menjadi standar internasional.” imbuhnya.

Departemen Perdagangan secara terbuka mengumumkan langkah itu pada Senin kemarin. Disebutkan partisipasi AS dalam penetapan standar “memengaruhi masa depan 5G, kendaraan otonom, kecerdasan buatan, dan teknologi canggih lainnya.”

Baca Juga

Seorang juru bicara Huawei, Michelle Zhou, tidak memiliki komentar langsung, sepereti dilansir dari Reuters, Selasa (16/6/2020).

Tahun lalu, Amerika Serikat menempatkan Huawei dalam daftar hitam (blacklist), yang membatasi penjualan barang dan teknologi AS kepada Huawei, dengan alasan keamanan nasional.

Pejabat pemerintah AS mengatakan perubahan aturan tidak boleh dipandang sebagai tanda pelemahan resolusi AS terhadap Huawei. AS memandang ketidakhadiran perusahaan AS dalam standar 5G akan membuat Huawei menjadi lebih kuat.

“Kebingungan yang berasal dari aturan blacklist Huawei secara tidak sengaja membuat perusahaan AS terpinggirkan dari beberapa percakapan standar teknis, menempatkan mereka pada kerugian strategis,” kata Naomi Wilson, direktur senior asosiasi perusahaan teknologi AS.

“Klarifikasi yang sangat dibutuhkan ini akan memungkinkan perusahaan untuk sekali lagi bersaing dan memimpin pada kegiatan-kegiatan mendasar yang membantu memungkinkan peluncuran teknologi canggih, seperti 5G dan AI, di seluruh pasar,” katanya.