Perempuan Tertinggi di Dunia dari Turki Idap Sindrom Langka

Perempuan Tertinggi di Dunia dari Turki Idap Sindrom Langka
Rumeysa Gelgi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Rumeysa Gelgi dikukuhkan Guiness World Records sebagai perempuan tertinggi di dunia. 

Perempuan 24 tahun asal Turki itu tercatat memiliki tinggi 215,16 sentimeter atau 2,15 meter.

Gelgi diukur ulang pada tahun ini setelah sebelumnya dinobatkan sebagai remaja perempuan tertinggi di dunia pada 2014, di usia 18.

Dikutip CNN Indonesia dari laman resmi Guinness World Record, tinggi badannya ini disebabkan oleh sindrom Weaver. Kondisi langka ini menyebabkan percepatan pertumbuhan dan pematangan tulang. Kondisi ini membuat Gelgi lebih sering menggunakan kursi roda selama beraktivitas.

Walaupun begitu, Gelgi bisa berjalan menggunakan alat bantu meski hanya sebentar.

Sejak memecahkan rekor di 2014, Gelgi merasa penting menggunakan platformnya ini untuk mendidik masyarakat akan kondisi medis langka, salah satunya yang ia miliki kini.

Gelgi bercerita, tinggi badannya ini membuat orang tertarik ketika mereka bertemu di jalan.

Di waktu luang, Gelgi menghabiskan waktunya untuk makan enak bersama keluarga. Keluarganya sangat senang dan bangga padanya karena Gelgi memecahkan gelar Guinness World Records.

"Setiap kekurangan dapat diubah menjadi keuntungan bagi diri Anda sendiri jadi terimalah apa adanya, sadari potensi Anda dan lakukan yang terbaik," ucap Gelgi.

"Merupakan suatu kehormatan untuk menyambut Rumeysa kembali ke dalam buku rekor. Semangat dan kebanggaannya yang tak tergoyahkan untuk menonjol dari kerumunan adalah sebuah inspirasi," kata Pemimpin Redaksi Guinness World Records, Craig Glenday, dalam sebuah pernyataan.

"Kategori wanita tertinggi yang masih hidup bukanlah kategori yang sering berganti, jadi saya bersemangat untuk membagikan berita ini kepada dunia," tambah Glenday.

Wanita tertinggi yang pernah tercatat adalah Zeng Jinlian dari Provinsi Hunan, China. Jinlian diukur setinggi 246,3 cm pada saat kematiannya, Februari 1982.