Penusukan Ulama dan Pejabat Negara, Mahfud MD: Jangan-jangan Diorganisir

Penusukan Ulama dan Pejabat Negara, Mahfud MD: Jangan-jangan Diorganisir

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan agar penyelidikan kasus-kasus penusukan terhadap ulama dan pejabat negara kembali dibuka. Perintah ini dikeluarkan sebagai respons atas peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber belum lama ini. 

Menurut Menko Polkam Mahfud MD, Jokowi meminta dirinya,  BNPT, BIN, dan Polri kembali mengusut kasus-kasus lama yang serupa.

"Presiden tadi pagi juga memerintahkan kepada saya agar BNPT, Polri dan BIN menyelidiki semua kasus penyerangan kepada ulama yang dulu-dulu, apakah ada pola yang sama," kata Mahfud, melalui rekaman suara, Rabu (16/9/2020).

Penyelidikan kembali kasus-kasus lama untuk menepis anggapan pemerintah abai. Jokowi, kata Mahfud, tak ingin muncul spekulasi dan anggapan pemerintah menutup-nutupi atau bahkan membiarkan kejadian-kejadian tersebut tanpa proses hukum yang tuntas dan terbuka.

Mahfud menyebut pada kurun 2016-2018 kerap terjadi kasus serupa dengan modus dan pola yang hampir sama.

Mahfud mengaku curiga kasus-kasus terdahulu itu terorganisir dan berhubungan dengan kasus saat ini.

"Yang dulu itu jangan-jangan ini diorganisir oleh orang yang sama. Ini agar diusut tuntas agar tidak ada spekulasi di masyarakat," kata dia. (Jo)