Penularan Corona di Bogor, Bima Arya Sebut Klaster Keluarga Peringkat Pertama

Penularan Corona di Bogor, Bima Arya Sebut Klaster Keluarga Peringkat Pertama
Wali Kota Bogor Bima Arya keluar dari bilik disinfektan (foto Kumparan.com)
JAKARTA, SENAYANPOST.com -  Tingkat penularan corona di Kota Bogor saat ini didominasi dari klaster keluarga. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan hingga saat ini sudah ada 277 keluarga yang terjangkit corona.
"Klaster keluarga di Kota Bogor tempati peringkat utama, sampai saat ini, ada 277 keluarga dengan kasus positif sekitar 170," ujar Bima Arya dalam diskusi virtual Kampanye Nasional & Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, Kamis (15/10).
"Sebagian besar kasus adalah terpapar karena anggota keluar rumah, luar kota dan kerja," lanjut Bima Arya.
Lebih lanjut Bima Arya mengatakan banyak warganya yang mengaku sering pakai masker ketimbang cuci tangan. Pengakuan warga Bogor itu diketahui dari hasil survei Pemkot Bogor dengan menggandeng Lapor COVID-19 dan Nanyang Technological University.
Kita kerja sama dengan teman-teman di Lapor COVID-19 dan Nanyang University untuk pahami gimana persepsi warga tentang COVID-19," ujar Bima Arya.
"Hasilnya menarik, ternyata warga paling susah jaga jarak, paling mengaku sering pakai masker, dan tengah-tengahnya baru cuci tangan. Jadi banyak warga yang mengaku sering pakai masker dibanding cuci tangan," lanjut Bima Arya.
Bima Arya mengatakan dari survei itu ada 50 persen warga Bogor yang sering cuci tangan. Kemudian hanya 30 persen yang selalu cuci tangan. Bima tak menyebut apa perbedaan sering cuci tangan dan selalu cuci tangan.
"Sisanya jarang atau kadang-kadang 8 persen. Harusnya kita maunya 80 persen selalu (cuci tangan). Ini angka yang tunjukkan betapa pentingnya kita lakukan fungsi edukasi," ujar dia.