Pendukung Trump Merilis 'Freedom Phone'

Pendukung Trump Merilis 'Freedom Phone'
The Daily Beast

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Seorang pendukung Donald Trump meluncurkan ponsel bernama Freedom Phone. Ponsel yang menargetkan kelompok sayap kanan ini menjanjikan fitur privasi dan keamanan yang canggih serta toko aplikasi yang anti sensor.

Freedom Phone diluncurkan oleh Erik Finman, seorang jutawan kripto dan pendukung Trump yang berusia 22 tahun. Finman mengatakan ponsel seharga USD 500 atau Rp 7,2 juta ini bisa membebaskan penggunanya dari pengaruh Big Tech seperti Apple, Google dan Facebook.

Dalam video promosinya, Finman mengklaim Freedom Phone sebagai ponsel terbaik di dunia. Anehnya, di situs resmi Freedom Phone tidak tertera spesifikasi ponsel seperti chipset, RAM, memori internal, kamera, dan lain-lain.

Menurut ahli siber dan co-founder Hacker House, Matthew Hickey, Freedom Phone tampaknya merupakan ponsel Android murah buatan China yang di-rebrand.

"Berdasarkan foto dari situs perusahaan, sejumlah detektif internet mengidentifikasi perangkat ini memiliki form factor, bentuk dan penampilan yang sama seperti Umidigi A9 Pro," kata Hickey seperti dikutip dari Gizmodo, Ahad (16/7/2021).

Hickey mengatakan ponsel seperti ini bisa dibeli dalam jumlah banyak bahkan dengan logo dan branding khusus sehingga terlihat seperti ponsel custom. Harga ponsel Umidigi ini juga jauh lebih murah dibandingkan Freedom Phone, yaitu hanya USD 120 (Rp 1,7 jutaan).

Finman mengonfirmasi bahwa Freedom Phone memang dibuat oleh Umidigi, tapi ia tidak menyebutkan model spesifiknya. Ia mengaku ponsel ini dibuat di Hong Kong, padahal markas Umidigi berada di Shenzhen, China.

Tidak hanya itu, Freedom Phone juga menggunakan chipset MediaTek yang banyak digunakan oleh ponsel Android low-end. Hickey mengatakan chipset ini identik dengan banyak bug dan rentan terhadap ancaman keamanan, jadi privasinya tentu tidak secanggih apa yang diklaim Finman.

Finman mengklaim Freedom Phone berbeda dengan ponsel Android atau iPhone karena bisa melindungi pengguna dari pengumpulan data pribadi. Ironisnya, ponsel ini menggunakan sistem operasi bernama FreedomOS yang ternyata merupakan Android versi modifikasi.

Ponsel ini juga memiliki toko aplikasi bernama 'PatriApp' yang diklaim tidak bisa disensor. Finman tidak menjelaskan mekanisme keamanan apa yang sudah diterapkan di toko aplikasi ini untuk menjaga masuknya malware dan aplikasi jahat.

Sederet aplikasi privasi seperti Signal, DuckDuckGo dan Brave tersedia dalam ponsel ini, begitu juga dengan aplikasi sayap kanan favorit pendukung Trump seperti Parler, Gab, Newsmax, Rumble, dan lain-lain. Parler dan Gab sendiri sebelumnya pernah dicekal dari Google Play Store dan Apple App Store setelah kerusuhan di Gedung Capitol, AS.

Dari informasi yang ada, fitur privasi dan keamanan yang ditawarkan Freedom Phone sepertinya tidak sesuai dengan yang diklaim oleh penciptanya. Harganya pun terlalu mahal untuk ponsel yang spesifikasinya tidak jelas.

Sejak Trump lengser dan dicekal oleh banyak platform media sosial, pendukungnya terus mencoba membuat platform alternatif untuk kelompok konservatif agar bisa terlepas dari Facebook, dkk. Tapi tidak semuanya bertahan lama bahkan ada yang bermasalah.

Misalnya, Trump sendiri beberapa waktu yang lalu meluncurkan blog untuk berkomunikasi dengan pendukungnya, tapi tidak lama kemudian ditutup. Platform GETTR yang mirip seperti Twitter juga sempat diretas di hari peluncurannya.