Pemprov Jatim Kucurkan Rp 23,7 Miliar Berdayakan Usaha Perempuan

Pemprov Jatim Kucurkan Rp 23,7 Miliar Berdayakan Usaha Perempuan
Gubernur Jatim Khofifah serahkan bantuan ke warga (foto Purnomo-SP)

SURABAYA, SENAYANPOST.com - Ditengah pandemi Covid-19, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan untuk modal usaha bagi kelompok perempuan melalui program Jatim Puspa (Pemberdayaan Usaha perempuan) kepada delapan desa di Malang.

Yakni, dengan jumlah sasaran 532 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp1,52 miliar untuk tahun 2020. Dengan rincian, Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan Rp 175.125.000, Desa Gedangan Kecamatan Gedangan Rp 235.375.000, serta Desa Girimulyo Kecamatan Gedangan Rp 177.750.000.

Kemudian Desa Pandesari Kecamatan Pujon Rp 217.125.000, Desa Pujon Lor Kecamatan Pujon Rp 130.625.000, Desa Tawangsari Kecamatan Pujon Rp 198.750.000, Desa Madiredo Kecamatan Pujon Rp 204.000.000, dan Desa Pait Kecamatan Kasembon Rp 190.875.000.

“Jatim Puspa ini diharapkan mampu menciptakan perempuan perempuan berusaha agar meningkatkan kesejahteraan keluarga, sehingga perempuan ikut andil dalam pemulihan ekonomi di masa Pandemi Covid 19 ini,” ujar Gubernur Jatim Khofifah, Minggu (20/9/2020).

Selain itu, tujuan Jatim Puspa adalah untuk mempercepat penurunan kemiskinan perdesaan dan meningkatkan keberdayaan sosial ekonomi rumah tangga miskin agar dapat keluar dari kemiskinan. Program Jatim Puspa diprioritaskan pada 15 kabupaten kantong kemiskinan sebagaimana rekomendasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Program Jatim Puspa memberikan stimulan modal usaha produktif senilai Rp 2,5 juta setiap Keluarga Penerima Manfaat, dan tahun 2020 ini menjangkau 7.981 KPM di 117 Desa pada 15 Kabupaten dengan total anggaran Rp 23,726 miliar,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Jatim, Mohammad Yasin.

Sasaran Jatim Puspa adalah kelompok sasaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah Graduasi Mandiri Sejahtera, Rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 8-12 persen terendah yang memiliki anggota rumah tangga perempuan usia produktif dan memiliki anak masih sekolah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial. (WS)