Pemerintah Putuskan Warkopi Melanggar HAKI

Pemerintah Putuskan Warkopi Melanggar HAKI
Warkopi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pemerintah lewat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) ikut bicara tentang kehadiran grup Warkopi yang menirukan grup lawak senior Warkop DKI. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Freddy Harris menyebut Warkopi melanggar HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Warkopi merupakan tiga anak muda viral yang memiliki kemiripan wajah dengan personel Warkop DKI. Mereka kemudian memproduksi tayangan mereka sendiri di Youtube. Bahkan, ketiganya sudah tampil di televisi.

Hal itulah yang memancing kemarahan Indro. Pasalnya, Sepriadi Chaniago (Dono), Alfred (Kasino), dan Alfin Dwi Krisnandi (Indro) tidak pernah meminta izin kepada Indro dan Lembaga Warkop DKI yang menaungi hak cipta grup Warkop DKI.

Menurut Indro, karena sudah tampil di sejumlah acara komersil, Warkopi tidak bisa serta merta melenggang semaunya. Pasalnya, urusan hak cipta Warkop DKI ada di tangan Lembaga Warkop DKI yang dikomandoi Hanna, putri dari Kasino.

Keberadaan Warkopi yang menirukan Warkop DKI dianggap Dirjen KI Kemenkumham Freddy Harris melanggar HAKI. Namun, sebelum bicara soal pelanggaran hukum, dia menyarankan ada baiknya Warkopi meminta izin terlebih dahulu.

"Itu kalau pelanggaran ya pelanggaran hak cipta lah. Dan bisa juga nanti dibuktikan kalau nonton Warkopi orang selalu berasumsi itu Warkop yang lama. Itu sudah clear," kata Freddy Harris dalam jumpa pers virtual, Senin (27/9/2021).

Dalam penelusuran Dirjen KI, hak cipta Warkop DKI sudah didaftarkan oleh Lembaga Warkop DKI pada 2004. Karena itu, pihak yang ingin menggunakan nama Dono, Kasino, Indro harus mendapatkan izin karena berkaitan dengan HAKI. Apalagi jika Warkopi mendapat bayaran dari penampilan mereka menirukan Warkop DKI.

"HAKI itu kan tentang nilai ekonomi. Mereka (Warkopi) kan dapat honor, dapat kontrak panggung makanya mereka harus izin. Intinya izin ke yang punya ide. Om Indro mungkin akan senang karena ini bisa jadi simbiosis mutualisme," ucapnya.

Manajemen Warkopi dan Lembaga Warkop DKI sebenarnya sudah melakukan pertemuan virtual. Manajemen Warkopi saat itu meminta bertemu langsung dengan Indro. Sedangkan Lembaga Warkop DKI meminta Warkopi untuk tidak tampil dulu di televisi.

Namun, tiba-tiba Warkopi justru tampil di dua acara televisi saat mereka belum bertemu Indro. Merasa dikecewakan, Indro dan Lembaga Warkop DKI akhirnya meminta Warkopi menghentikan dulu kegiatan mereka.