Pemenggalan Kepala Guru di Prancis, Diaz: Sangat-sangat Salah

Pemenggalan Kepala Guru di Prancis, Diaz: Sangat-sangat Salah
Diaz Hendropriyono

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Staf khusus Presiden Jokowi, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, mengaku prihatin dengan adanya aksi pemenggalan kepala seorang guru SMP di Perancis setelah menunjukan kepada murid-muridnya sebuah karikatur Nabi Muhammad SAW yang pernah dipublikasi oleh Charlie Hebdo, ketika mengajarkan mengenai Freedom of Speech.

Keprihatinan itu disampaikan pria yang biasa disapa Diaz Hendropriyono ini melalui akun instragramnya, diaz.hendropriyono, seperti dilihat Senayanpost.com, Minggu (18/10/2020).

Dalam akunnya, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mengupload berita dari Kompas.com yang berjudul "Guru Dipenggal karena Tunjukkan Karikatur Nabi Muhammad, Ini Kata Presiden Perancis." 

Seperti diketahui, beberapa hari yg lalu seorang guru SMP yg mengajarkan "Civics" (Kebangsaan/Kewarganegaraan/Sejarah) di Perancis menunjukan kepada murid2xnya sebuah karikatur Nabi Muhammad SAW yg pernah dipublikasi oleh Charlie Hebdo, ketika mengajarkan mengenai "Freedom of Speech."

Kemarin, guru tsb, Samuel Paty, dipenggal kepalanya (decapitated/beheaded) oleh Abdoullakh Aboutezidovitch, seseorang yg  baru berumur 18 thn, imigran Muslim Chechnya yg lahir di Moskow, dan kebetulan adik tirinya (half-sister) sempat bergabung dgn ISIS pada 2014 yg lalu

Apapun alasannya, menurut saya, PEMENGGALAN KEPALA adalah hal yg sangat-sangat salah. Keberatan terhadap tindakan guru SMP seharusnya bisa disampaikan melalui berbagai cara lain, termasuk jalur hukum, gerakan komunitas, maupun perdebatan terbuka secara logis. Tidak bisa dengan sentuhan fisik, apalagi merespon dgn PEMBUNUHAN !!

Hal ini hanya akan terus mencoreng citra Islam di dunia.

#MasBos. (Jo)