Pantai Panmuti, Mutiara Tersembunyi

Pantai Panmuti,  Mutiara Tersembunyi

Oleh: Dewi Suspaningrum*

MESKI belum seterkenal pulau Sumba dan pulau Komodo, Pulau Timor di Nusa Tenggara Timur,  juga memiliki banyak keindahan alam yang menarik. Salah satunya adalah pantai Panmuti, yang memiliki panorama matahari terbit maupun terbenam yang sangat memikat. 

Pantai Panmuti berada di dusun Kuannoah, desa Noelbaki, kecamatan Kupang Tengah, kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. 

Jaraknya sekitar 17KM atau kurang lebih 30 menit untuk mencapai pantai ini dari kota Kupang. Tidak usah khawatir, jalanannya sudah beraspal mulus sehingga mudah dijangkau dengan ragam kendaraan yang anda miliki.

Saat tiba disini, hal pertama yang bakal menyambut kita adalah gugusan bebatuan karang putih berukuran sedang yang berada di sepanjang bibir pantai. 

Jumlahnya tidak terlalu banyak, namun tampak berjejer rapi di bawah pepohonan rindang, seperti hutan kecil. Disini, kita bisa berlindung dari teriknya sinar mentari matahari sambil menikmati angin pantai dan memandang ombak yang sangat tenang.

Di sekitaran pantai banyak terdapat kebun-kebun yang sangat alami, ada kebun coklat, kelapa, berpadu dengan pohon jati. Selain itu juga tanahnya ada yang dikelola untuk bertani, berjejer rapi tanaman buah seperti papaya, mangga dan sayur-mayur.

Bila tiba saat pagi hari, kita akan mendapatkan pemandangan matahari terbit yang indah dari balik perbukitan karang putih. Selain itu sejumlah perahu nelayan mulai bersandar sambil membawa berember-ember ikan hasil tangkapan mereka semalam. 

Deretan perahu nelayan ini biasanya dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto ria sekaligus membeli hasil laut tangkapan nelayan. Harganya jangan ditanya, sudah pasti sangat murah jika dibandingkan dengan membeli di pasar, masih segar-segar pula ikan-ikannya.

Bagi para pemburu senja, tak perlu ragu mengunjungi Pantai Panmuti. Daya tarik utama pantai Panmuti adalah pantainya yang landai, berpasir hitam dikelilingi bukit karang putih atau batu cadas.

Riak ombaknya ringan dan dapat dinikmati dengan aman. Keindahan yang paling memukau adalah pemandangan saat matahari terbenam. Tidak heran banyak pengunjung khusus datang sore hari untuk menikmati matahari terbenam sambil menyeruput kopi flores yang legendaris rasanya, bersama sepiring pisang goreng. Lengkap sudah bahagia yang sederhana itu.

*Dewi Suspaningrum, wartawan senior, pecinta wisata alam.