Pangeran Arab Investasi Pabrik Vaksin di Indonesia

Pangeran Arab Investasi Pabrik Vaksin di Indonesia
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan saat kunjungan kenegaraan di Bandara Soekarno Hatta, Banten. ANTARA FOTO

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nama Pangeran Uni Emirat Arab (UEA), Mohamed Bin Zayed, baru saja resmi dijadikan nama jalan Tol Layang Japek atau Jakarta-Cikampek.

UEA termasuk negara yang berinvestasi besar di Indonesia, salah satunya melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang belum lama ini dibentuk Jokowi. UEA pun menjadi konsultan Indonesia untuk pembentukan LPI.

Kabar terbaru, kini UEA berencana untuk investasi ke fasilitas produksi vaksin COVID-19 di Indonesia. 

Dikutip kumparan dari Reuters pada Selasa (13/4), rencana tersebut dikemukakan oleh Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail al-Mazrouei.

Sebelumnya, Pangeran Mohamed Bin Zayed (MBZ) sudah memutuskan berbagai kerja sama ekonomi dengan Indonesia. 

Seperti saat dia menyampaikan komitmen investasi sebesar USD 10 miliar atau setara dengan Rp140 triliun (asumsi kurs Rp 14.000), untuk ditempatkan di Lembaga Pengembangan Investasi (LPI) bernama Indonesia Investment Authority (INA).

Keputusan itu diambil Mohamed Bin Zayed, setelah ditelepon Presiden Jokowi.

"Investasi ini merupakan buah manis dari komunikasi melalui sambungan telepon antar pimpinan kedua negara. Pada senja menjelang Maghrib pukul 17.30 WIB hari Jumat tanggal 19 Maret 2021, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan pembicaraan dengan MBZ," demikian keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, Selasa (23/3).

MBZ juga merealisasikan berbagai komitmen investasi, mulai dari sektor energi terbarukan, pelabuhan, hingga menghadiahkan sebuah masjid di Kota Solo. 

Proyek pembangunan yang dimulai 6 Maret 2021 lalu itu, berlokasi di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.