Pandemi Covid-19, Kasus Perceraian di Surabaya Menurun

Pandemi Covid-19, Kasus Perceraian di Surabaya Menurun
Foto: Purnomo

SURABAYA, SENAYANPOST.com - Selama pemberlakuan PSPB dan PPKM, Pengadilan Agama (PA) Surabaya melaporkan dalam pandemi Covid-19 di tahun 2021, berbagai perkara seperti perceraian, poligami, hingga dispensasi nikah menurun. Hal ini bisa dilihat dari catatan akumulasi jumlah perkara selama Januari-September 2021 mengalami penurunan. 

Kepala Pengadilan Agama (PA) Surabaya Samarul Falah menyatakan, biasanya setiap tahun ada sekitar sepuluh ribu perkara, kali ini turun sebanyak 30-40 persen. 

"Kalau kalkulasi perkara di PA Surabaya, entah perceraian, waris hingga dispensasi nikah sekarang cuma enam ribu sampai tujuh ribuan," jelas Samarul Falah, Jumat (17/9/2021).

Jumlah itu didominasi penetapan ahli waris yang jumlahnya mencapai 2.500 perkara.  Selama pandemi, pernikahan yang tak tercatat di Pengadilan Agama Surabaya juga masih ada.

Hingga bulan ini ada ratusan pernikahan yang tak didaftarkan secara hukum atau sipil.  "Di Surabaya, sekitar 250-an, itu yang mengajukan di PA," paparnya. 

Sedang untuk perkara poligami  yaitu masih di bawah 20 perkara. Dispensasi nikah pun juga cenderung lebih sedikit. Semula yang lebih dari 400 perkara, kini menurun. 

Artinya masyarakat mulai sadar akan bahaya pernikahan dini akibat pergaulan bebas atau tradisi Siti Nurbaya, sehingga bisa diminimalisasi."Data tahun 2020, sekitar 400-an perkara, tahun 2021 ini 200-an, itu sampai Agustus 2021.

"Statistiknya masih sama dengan tahun lalu, masih di bawah 400, kalau pun naik tidak banyak," ujar Samarul Falah.