Pakai Listrik Prabayar atau Token Listrik, Pilih Mana?

Pakai Listrik Prabayar atau Token Listrik, Pilih Mana?
PLN

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Penggunaan listrik untuk keperluan rumah tangga sering kali memerlukan biaya yang cukup tinggi. Karena itu, beberapa memilih untuk berhemat listrik. Serangkaian cara dan langkah-langkah perlu dilakukan untuk menghemat pembayaran listrik.

Di Indonesia, cara pembayaran listrik dibagi menjadi dua, yakni listrik prabayar dan listrik pascabayar. Listrik prabayar umumnya dikenal sebagai token listrik. Sebab, sebagaimana dilansir dari pln.co.id, listrik prabayar umumnya dibayarkan dengan membeli token yang memuat besaran listrik tertentu.

Pembayaran listrik dengan cara prabayar memiliki keuntungan dan kelemahan tersendiri. Berbagai keuntungan dan kelemahan tersebut bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih cara pembayaran yang paling sesuai. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah kelebihan dan kelemahan token listrik:

Token Listrik Memberikan Kemudahan dalam Menggunakan ListrikSalah satu kelebihan yang ditawarkan oleh token listrik adalah fleksibilitas. Dilansir dari tempo.co, karena pembayaran listrik dilakukan di awal, pengguna memiliki kebebasan untuk menentukan jumlah listrik yang akan dipakai ke depannya. Selain itu, pengguna listrik prabayar juga bebas untuk menyusun perencanaan biaya dan anggaran untuk penyediaan listrik.

Token Listrik Lebih Mampu Menyesuaikan Kondisi Finansial Listrik pascabayar sering kali membuat pelanggannya senam jantung di akhir bulan karena tagihan yang membengkak. Sementara itu, listrik prabayar memberikan kebebasan bagi pelanggannya untuk menentukan perencanaan anggaran listrik. Karena itu, listrik prabayar cenderung lebih bersahabat dengan aspek finansial pelanggannya.

Baca Juga

Listrik Prabayar Membuat Kerap Membuat Repot saat Saldo HabisListrik pascabayar atau token listrik memberi keleluasaan untuk menggunakan listrik tanpa diputus secara sepihak. 

Sebab, pelanggan listrik pascabayar tinggal membayar sesuai dengan jumlah penggunaan dalam kurun waktu tertentu. Namun, listrik prabayar memiliki mekanisme yang berbeda. 

Pada awal penggunaan, pelanggan listrik prabayar harus membayar jumlah penggunaan tertentu. Akibatnya, apabila saldo listrik tiba-tiba mati tengah malam, pelanggan listrik prabayar akan repot membayar.