Olimpiade Beijing 2022, China Siap Uji Coba Yuan Digital untuk Pengguna Luar Negeri

Olimpiade Beijing 2022, China Siap Uji Coba Yuan Digital untuk Pengguna Luar Negeri

JAKARTA, SENAYANPOST.com - China akan memperkenalkan mata uang Yuan digital untuk pengguna luar negeri pada tahun depan. Uji coba tersebut dilakukan saat perhelatan Olimpiade Beijing 2022 yang menyasar pada atlet dan pengunjung asing.

Dikutip dari CNBC, Senin (19/4/2021), uji coba untuk pengguna internasional menjadi yang pertama kalinya dilakukan pemerintah China.  

Deputi Gubernur People Bank of China (PBoC), Li Bo menyebut kehadiran yuan digital atau electronic Chinese Yuan (e-CNY) bukan untuk menggantikan peran dolar AS sebagai mata uang utama global.

PBoC meneliti yuan digital sejak 2014 dan telah meluncurkan berbagai pilot project di China, termasuk Shenzen dan Beijing. Fungsi e-CNY diklaim semata untuk menggantikan sirkulasi uang kartal, yakni uang kertas dan koin sekaligus mendorong pembayaran nontunai di China. Dengan kata lain, mata uang ini bukan cryptocurrency atau didesain seperti bitcoin.

"Untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing mendatang, kami akan membuka akses e-CNY bukan hanya untuk pengguna domestik, melainkan atlet internasional dan pengunjung," kata Li.

Sejalan dengan itu, kata Li, bank sentral akan memperluas uji coba e-CNY dengan berbagai skenario dan lebih banyak kota di China. Dia mengatakan, tak ada jadwal tertentu untuk uji coba ini, namun pilot project akan terus diperluas bersamaan dengan penguatan infrastruktur digital.

Li menegaskan, e-CNY bukan upaya internasionalisasi yuan. "Kami telah mengatakan berkali-kali bahwa ini proses yang biasa dan tujuan kami bukan untuk menggantikan dolar AS atau mata uang internasional lain. Saya pikir tujuannya untuk memberikan pilihan kepada pasar dan memfasilitasi perdagangan dan investasi internasional," katanya.

Untuk itu, PBoC akan menjalin kerja sama dengan bank sentral lain, seperti Thailand, UEA, dan Hong Kong, untuk memperluas yuan digital dalam perdagangan lintas negara.

"Sekali lagi saat ini kami fokus membangun e-CNY domestik terlebih dahulu, dan membuat ekosistem yang sehat. Di waktu yang bersamaan, kami menjajaki kerja sama dengan mitra internasional. Diharapkan dalam jangka panjang, kami memiliki solusi soal lintas batas," ujar Li.