Ofensif ISIS dari Khurasan?

Ofensif ISIS dari Khurasan?
As'ad Said Ali

Oleh:  As'ad  Said Ali

MENJELANG hancurnya ISIS di Iraq dan Syria pada 2019, Abdullah Al Baghdadi menyerukan agar pengikutnya hijrah ke Khurasan yang meliputi beberapa bagian wilayah Iran, Afghanistan, Tajikistan, Turkmensitan, Uzbekistan. Abu Walid, pengikut senior asal Klaten, dari pertahanan ISIS terakhir di kota Bagous (perbatasan Syria - Iraq) menyerukan hal serupa ditujukan kepada pengikut ISIS asal Indonesia.

Syaifullah, tokoh ISIS yang bersembunyi  di Khurasan diduga terlibat dalam mendanai  peledakan di Makassar. Melalui situs An Naba, salah seorang pimpinan ISIS Khurasan,  Abu Abdullah Al Syami menyatakan bahwa ISIS terlibat aksi di Makassar tersebut.

Dua hari setelah peledakan di Makassar, ISIS juga melancarkan serangan terhadap kota Palma (Mozambiq) yang terletak di perbatasan Mozambik - Tanzania. Palma merupakan kota strategis, lokasi proyek gas raksasa milik Perancis.

Perpindahan pusat kekuasaan ISIS ke Khurasan, didahului dengan kampanye secara luas tentang hadish - hadish “akhir zaman”. Kampanye tentang kemunculan Dajjal dan Imam Mahdi tersebut merupakan bagian dari penguatan landasan ideologis utk memompa semangat perlawanan dengan mengeksploitasi makna hadist hadist tersebut.

Baca Juga

Selayaknya kita menambah kewaspadan. Tidak cukup dengan langkah repressif,  perlu dibarengi dengan langkah preventif (pencegahan). Suatu perlindungan terhadap masyarakat, tentu saja dengan melibatkan para ulama, karena mereka yang memahami  ajaran agama khususnya hadish akhir zaman.

Menjadi tanda tanya besar, kenapa Offensif ISIS bersamaan dg persiapan penarikan pasukan AS/NATO keluar dari Afganistan. Adakah kaitannya dengan konflik di Uighur (Xin Chiang) yang akhir akhir ini dipersoalkan oleh Amerika Serikat/Barat. 

Sebagai catatan; Afganistan berbatasan langsung dengan  Xin Chiang dan Khurasan (Uzbekistan) juga berbatasan dengan Kazakstan yang juga termasuk suku Uighur. (*)

DR. KH As'ad Said Ali, mantan Wakil Kepala BIN dan mantan Wakil Ketua Umum PBNU