Obat Covid-19 Ini Dijual dengan Harga Dua Kali Lipat dari HET

Obat Covid-19 Ini Dijual dengan Harga Dua Kali Lipat dari HET
Ilustrasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Selain menimbun obat untuk Covid-19, Azithromycin, gudang PT ASA di Kalideres, Jakarta Barat, juga menjual obat dengan dosis 500 mg itu ke pasaran 2 kali lebih mahal dari harga eceran tertinggi (HET).

"Harga eceran tertinggi itu yang kami temukan seharusnya satu tablet yaitu seharga Rp1.700, tapi kami melihat di sini ada kenaikan harga menjadi Rp3.350," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo, Senin (12/7/2021).

Diketahui, Kementerian Kesehatan sudah menetapkan harga eceran tertinggi 'obat Covid-19' dalam KepMen Nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19. Namun, ketika polisi mengamankan gudang tersebut, PT ASA diduga mengubah faktur pembelian ke harga normal sesuai HET.

"Jadi, mereka mengubah faktur dari pembelian obat ini pada saat kita amankan dari sisi harga. Yang sudah kita sampaikan di awal harganya menjadi Rp3.350, mereka mencoba untuk menurunkan pada saat kita amankan untuk sesuai dengan harga eceran tertinggi, yaitu Rp1.700," tuturnya.

Hingga saat ini polisi belum menghitung berapa keuntungan yang diperoleh pemilik dari penjualan obat Azithromycin ini.

"Tapi yang jelas tadi ada disparitas harga hampir sekitar Rp1.500 sampai Rp1.700-lah tadi dikali berapa ribu butir tadi tuh kan. Karena ini bisa digunakan untuk 3.000 orang," tuturnya.

Secara umum, sambungnya, orang yang menderita Covid-19 biasanya diberikan 1x1 selama 5 hari. "Dan ini ada 730 boks kali 20 (tablet), kalau tadi kita coba-coba hitung ada sekitar 2.920-an bisa untuk 3.000-an orang lah," tambahnya.

Obat-obatan di gudang tersebut sudah ada sebelum 5 Juli 2021. Namun, gudang tersebut tidak segera mendistribusikan obat tersebut padahal di pasaran sedang mengalami kelangkaan.

"Artinya ini juga harus segera didistribusikan. Seperti yang saya sampaikan di awal ada indikasi mereka menghambat penyalurannya, disampaikan tidak ada (obat)," katanya.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita 730 boks Azythromycin 500 mg, di mana 1 boks mengandung 20 tablet. Saat ini gudang tersebut disegel.

Sementara, polisi memeriksa 3 saksi terkait penimbunan obat di gudang tersebut. Saat ini ketiganya masih diperiksa di Polres Metro Jakarta Barat.