Nih! Sejarah Perayaan Halloween yang Selalu Identik dengan Hantu

Nih! Sejarah Perayaan Halloween yang Selalu Identik dengan Hantu
Halloween

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Halloween merupakan hari libur yang jatuh setiap tahun, pada 31 Oktober. Pada 2021, perayaan Halloween akan dilaksanakan pada Ahad, 31 Oktober. mendatang. Biasanya perayaan ini identik dengan labu berukir, trik-or treat, dan dipenuhi oleh kostum unik. Namun, tahukah bahwa sebenarnya acara Halloween ini berasal dari cerita rakyat dan tradisi Bangsa Celtic?

Melansir dari laman cambridgeschool.com, ada saja masyarakat seluruh dunia merayakan Halloween tersebut. Perayaan hallowen memiliki nama-nama lain, seperti Allhalloween, All Hallows’ Eve, dan All Saints’ Eve. Tradisi Halloween berasal dari festival Celtic kuno Samhain yang diadakan setiap 1 November, sebagai penanda transisi dari musim gugur penuh panen, menuju ke musim dingin yang gelap dan bersalju.

Tanggal tersebut merupakan hari para Bangsa Celtic merayakan tahun baru dan mereka mempercayai bahwa pada hari tersebut, batas antara dunia hidup dan mati menjadi kabur. Pada saat itulah arwah orang-orang yang sudah meninggal bangkit kembali ke bumi guna mengunjungi rumah-rumah mereka. Keberadaan Bangsa Celtic telah ada sekitar 2000 tahun lalu, yang menyebar di sekitar wilayah Irlandia, Inggris Raya, dan Prancis Utara.

Diceritakan dalam laman britannica.com. pada malam sebelumnya, dikenal sebagai All Hallows Eve dengan para penduduk Celtic merayakan Samhain. Ketika malam tersebut, dipercaya roh-roh yang datang dianggap sebagai pengganggu pertanian Bangsa Celtic. Para pendeta Bangsa Celtic pun mendirikan api unggun dan masyarakat akan membakar tanaman dan hewan sebagai bentuk persembahan kepada Dewa Celtic.

Pada awalnya, perayaan ini hanya dilaksanakan di permukiman Katolik Irlandia kecil dan dipengaruhi oleh festival panen Celtic. Akan tetapi, banyaknya warga Irlandia yang bermigrasi ke Amerika membuat perayaan ini turut meluas. Selama perayaan tersebut, penduduk Celtic memakai beragam kostum, terdiri atas kepala dan kulit binatang.

Di pengujung acara, mereka akan memadamkan api dan menyalakannya kembali. Penyalaan api kedua ini dianggap sebagai api unggun suci yang dapat melindungi mereka selama musim dingin yang akan datang. Namun, seiring berjalannya waktu, perayaan Halloween dipenuhi oleh berbagai aktivitas baru, seperti trik-or-treat, mengukir jack-o-lantern, memakai kostum aneh dan kadang menyeramkan, serta makan suguhan bersama. (Tempo)