Ngeri! Kelompok Bersenjata Bunuh Polisi, Culik Guru dan Murid dari Sekolah

Ngeri! Kelompok Bersenjata Bunuh Polisi, Culik Guru dan Murid dari Sekolah
Reuters

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Penculikan oleh kelompok bersenjata kembali terjadi di Nigeria pada Kamis (17/6/2021). Kelompok bersenjata membunuh seorang polisi dan mencuik lima guru serta sejumlah siswa dalam serangan di sebuah sekolah di barat laut Nigeria.

Baku tembak pecah antara penyerang dan polisi di luar sebuah perguruan tinggi pemerintah federal di kota terpencil Birnin Yauri di Negara Bagian Kebbi.

Militan akhirnya mengalahkan penegak hukum, berhasil masuk ke gedung sebelum menculik sejumlah siswi, media lokal melaporkan. 

Polisi Kebbi telah mengonfirmasi serangan itu, mengatakan bahwa seorang petugas ditembak mati dalam baku tembak. Seorang siswa juga menderita luka tembak dalam insiden itu dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

"Kami masih berusaha memastikan jumlah siswa yang diculik, tetapi lima guru diculik," kata Juru Bicara Polisi Nafiu Abubakar kepada wartawan sebagaimana dilansir RT. Pasukan keamanan sedang mencari di hutan terdekat dalam upaya untuk melacak para penculik dan korban mereka, tambahnya.

Kepanikan pecah di sekolah saat orang tua mencari anak-anak mereka, kata saksi mata Atiku Aboki kepada Reuters.

“Ketika kami sampai di sana kami melihat siswa menangis, guru menangis, semua orang bersimpati kepada orang-orang,” katanya.

Lebih dari 800 siswa telah diculik dari sekolah-sekolah di Nigeria sejak Desember. Pihak berwenang menyalahkan serangan itu pada kelompok bersenjata yang mencari uang tebusan. Beberapa dari siswa tersebut telah diselamatkan oleh pasukan keamanan atau berhasil melarikan diri, tetapi banyak lainnya masih hilang

Pemerintah Nigeria telah membantah pernah membayar uang tebusan untuk kembalinya para korban yang diculik.

Rentetan penculikan yang terus berlanjut memicu protes di Negara Bagian Niger di negara itu pada akhir Mei, dengan penduduk setempat mengganggu jalan raya utama sambil menuntut keamanan dan perlindungan yang lebih baik dari penegak hukum.