Menkeu Sebut PDB Bisa di Lower End Karena PSBB DKI Jakarta

Menkeu Sebut PDB Bisa di Lower End Karena PSBB DKI Jakarta
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Komisi XI DPR RI. (foto CNBC Indonesia)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Dampak yang cukup serius dari sisi ekonomi akibat ketatnya kebijakan PSBB yang diberlakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menurut Menkeu sampai saat ini pihaknya terus memonitoring dan melihat data-data yang berhubungan dengan makro ekonomi.

PSBB kali ini, menurut Sri Mulyani akan mempengaruhi PDB atau Pertumbuhan Ekonomi secara keseluruhan.

"Untuk antisipasi estimasi pertumbuhan ekonomi untuk 2020 ini, kuartal III seperti yang sudah disampaikan ke DPR, kisarannya antara 0% sampai minus 2,1%," kata Sri Mulyani, Selasa (15/9/20202).

Menurutnya, PSBB pada waktu Maret-April 2020 berdasarkan datanya menunjukkan penurunan ekonomi hingga 2%. Nah jika PSBB kembali diperketat secara keseluruhan PDB Indonesia bisa berada di lower end atau batas bawah.

"Berapa perkiraan yang terbaru, nanti kita lihat berdasarkan assessment kita terhadap pergerakan 2 minggu ini. Kita harap tak terlalu jauh penurunannya."

"Secara total 2020 kisaran kita masih -1,1% sampai -0,2%. Namun tonenya kita melihat kemungkinan bahwa dalam kisaran ini karena adanya seperti terjadi di DKI, kita siapkan kemungkinan berada di lower end."