Mencurigai Vaksin Sinovac

Mencurigai Vaksin Sinovac

Oleh Imas Senopati

RABU, 13 Januari besok vaksinasi pencegahan Covid19 dimulai. Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama yang divaksin.  Kementerian Kesehatan lewat BPOM telah mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin Sinovac. MUI telah menyatakan bahwa vaksin Sinovac halal dan suci. Ikatan Dokter Indonesia dan hampir semua stake holder pelaksanaan pemberian vaksin.

Tak semua warga menyambut baik vaksinasi yang digagas pemerintah dan diberikan gratis dengan berbagai alasan, baik yang nalar maupun yang karena mitos atau informasi yang tidak benar.

Alasan awalnya soal pilihan vaksin, mengapa Sinovac asal China, bikinan Pfizer buatan Jerman atau Moderna made in Amerika Serikat. Ternyata vaksin Sinovac paling mudah penyimpnan dan pendistribusiannya, karena vaksin ini membutuhkan tempat pendingin maksimal minus 20 derajat, sementara vaksin lainnya memerlukan tempat pendingin di minus 70 hinga 90 derajat. Jadi Sinovac memang cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia.

Ada yang menyebut China tidak menggunakan vaksin Sinovac buatannya sendiri, malah membeli vaksin Pfizer. Informasi itu pun tidak benar, faktanya China tetap menggunakan Sinovac, pembelian Pfizer untuk keperluan ilmiah dan di China memang ada kawasan yang suhunya samgat dingin seperti di Eropa.

Terus ada yang mempersoalkan belum adanya uji kehalalan dari MUI, kenyataannya MUI pekan lalu resmi menyatakan vaksin Sinovac halal dan suci. Warga masyarakat masih juga ragu, Kemenkes belum mengeluarkan izin penggunaan vaksin, faktanya dua hari lalu BPOM badan resmi di bawah Kemenkes mengeluarkan keputusan bahwa vaksin Sinovac aman digunakan dengan tingkat kemanjuran 65 persen. 

Hasil itu tingkat efektivitasnya  memang lebih rendah dibandingkan Turki (78%) dan Brasil (91%). Indonesia ternyata juga tidak hanya mengimpor vaksin Sinovac tetapi juga memgimpor vaksin dari negara lain dan dilakukan secara bertahap.

Belum lagi informasi hoax yang banyak beredar berkaitan dengan bahan vaksin, dampak sampingan bagi penerima vaksin, semuanya sudah terjawab ketidakbenarannya. 

Besok Presiden Jokowi, sejumlah pejabat dan para pesohor mengawali mendapatkan suntikan vaksin, agar masyarakat yakin bahwa vaksin Sinovac dan kelak vaksin merek-merek lainnya aman. Rasanya masyarakat tak perlu meragukan apalagi mencurigai vaksi Sinovac dan vaksin jenis lainnya. Di negara-negara lain, Raja Salman, Ratu Elizabet, Joe Biden, dan tokoh-tokoh lain sudah menerima suntikan.

Walaupun demikian sebaiknya pemerintah terus mensosialisasikan  vaksin pencegah covid-19 ini kepada masyarakat agar tak sedikit pun keraguan terhadap penggunaan vaksin dan pada gilirannya akan semakin banyak dan merata warga masyarakat yang aman terhadap covid-19. Kita berharap penderitaan akibat covid-19 segera berakhir agar kehidupan sosial-ekonomi segera pulih seperti sedia kala. (*)

Salam Sehat bersama vaksinasi.