Mata Uang Asia Dihantam Keperkasaan Dolar AS

Mata Uang Asia Dihantam Keperkasaan Dolar AS

JAKARTA, SENAYANPOST.com -  Mata uang dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa (12/10/2021) pagi WIB berhasil menguat ditopang oleh lonjakan harga bahan bakar. Hal ini mendorong investor mencari tempat yang aman untuk berinvestasi.
 
Greenback mencapai level tertinggi hampir tiga tahun terhadap yen di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan mengumumkan pengurangan pembelian obligasinya.
 
Mengutip Antara, Selasa (12/10/2021), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama naik 0,174 persen pada 94,328. Kenaikan ini tidak jauh dari tertinggi satu tahun di 94,504.

Mata uang Jepang, Yen, yang dikenal sangat sensitif terhadap perbedaan suku bunga, mencapai 113 yen per dolar untuk pertama kalinya sejak Desember 2018.
 
"Dengan suku bunga obligasi pemerintah Jepang yang terlambat baik dan bank sentral Jepang (BoJ) mempertahankan kebijakannya, ekspektasi pengumuman tapering Fed akan menekan imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi. Hal ini mendukung kisaran dolar-yen lebih tinggi," kata kepala strategi valas di BBVA, Roberto Cobo Garcia.
 
Risiko utama untuk pasangan dolar-yen minggu ini berasal dari data AS, dengan indeks harga konsumen dan penjualan ritel yang akan dirilis pekan ini.
 
"Investor perlu sedikit berhati-hati, karena jika inflasi dan angka pengeluaran konsumen minggu ini turun, akan sangat sulit bagi dolar untuk mempertahankan kenaikannya," tambah Direktur Pelaksana di BK Asset Management, Kathy Lien.
 
Dolar Australia mencapai level terkuatnya sejak 14 September, dan baru-baru ini naik 0,57 persen terhadap dolar pada USD0,73505 dibantu oleh harga komoditas yang kuat dan pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat di sebagian Sydney, Australia. (Jo)