Mars Pernah 'Menderita' Akibat Letusan Gunung Berapi Maha Dahsyat

Mars Pernah 'Menderita' Akibat Letusan Gunung Berapi Maha Dahsyat
Telegraph

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Badan Antariksa dan Aeronautika Amerika Serikat (NASA) menemukan bukti planet Mars mengalami perubahan iklim selama beberapa dasawarsa akibat letusan maha dahsyat gunung berapi di wilayah utara yang disebut Arabia Terra sekitar 4 miliar tahun lalu.

Para ilmuwan mengatakan letusan gunung api itu sangat kuat sehingga mampu melepaskan debu dan gas beracun ke udara Mars dalam jumlah besar. Dampak erupsi itu menghalangi sinar matahari dan mengubah iklim di Mars selama beberapa dekade.

Prediksi itu disampaikan dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters pada Juli lalu.

Ahli geologi di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA, Patrick Whelley, mengatakan dia dan rekan-rekannya melakukan pemodelan iklim Mars buat memahami dampak dari letusan dahsyat itu. Dia adalah peneliti yang memimpin analisis kawasan Arabia Terra.

"Setiap letusan ini akan memiliki dampak iklim yang signifikan, mungkin gas yang dilepaskan membuat atmosfer lebih tebal atau menghalangi Matahari dan membuat atmosfer lebih dingin," kata Whelley seperti dikutip dari laman resmi NASA.

Setelah erupsi melontarkan batuan dan gas cair serta menyebarkan abu vulkanik tebal hingga ribuan mil dari lokasi letusan, gunung berapi sebesar ini runtuh ke dalam lubang yang disebut "kaldera" raksasa.

Para peneliti melihat tujuh kaldera di Arabia Terra di Mars yang diduga mulanya adalah gunung api. Tim meneliti jejak abu yang ditinggalkan oleh letusan kuno itu dan berhasil menemukannya.

Tim dipimpin Whelley menggunakan gambar dari Compact Reconnaissance Imaging Spectrometer MRO untuk mengidentifikasi mineral di permukaan Mars. Mereka mencari jejak letusan gunung api itu di dinding ngarai dan kawah dari ratusan hingga ribuan mil dari kaldera.

Mereka meyakini abu vulkanik dari letusan itu akan dibawa oleh angin. Mereka mengidentifikasi mineral vulkanik yang berubah menjadi tanah liat, termasuk montmorillonit, imogolite dan alofan.

Tim peneliti juga menggunakan gambar dari kamera MRO untuk membuat peta topografi tiga dimensi Arabia Terra.

Dengan meletakkan data mineral di atas peta topografi ngarai dan kawah yang dianalisis, para peneliti dapat memprediksi deposit yang kaya mineral dan melihat lapisan abu terawetkan dengan baik.

Seperti dilansir CNET, data tentang sejarah vulkanik Mars akan membuat banyak ilmuwan sibuk saat mereka mencari tahu apa dampak letusan super terhadap planet merah itu.

Selain itu, muncul pertanyaan mengapa Arabia Terra adalah satu-satunya tempat di Mars yang tampaknya menjadi rumah bagi gunung berapi aktif itu.

"Orang-orang akan membaca makalah kami dan berkata, 'Bagaimana? Bagaimana Mars bisa melakukan itu? Bagaimana planet sekecil itu bisa melelehkan batu yang cukup untuk menggerakkan ribuan letusan super di satu lokasi?" kata ahli geologi Goddard NASA, Jacob Richardson, yang bekerja sama dengan Whelley.