Lima Hari PSBB DKI Diberlakukan, Kapitalisasi Pasar IHSG Menyusut Rp118 Triliun

Lima Hari PSBB DKI Diberlakukan, Kapitalisasi Pasar IHSG Menyusut Rp118 Triliun
IHSG

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pada pekan ketiga September 2020 atau bertepatan dengan pemberlakukan pembatasan berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta, kapitalisasi pasar IHSG tergerus hingga ratusan triliun.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG menguat 0,413 persen ke level 5.059,223 akhir perdagangan Jumat kemarin, Dengan begitu, secara year to date (ytd), indeks masih mengalami koreksi 19,69 persen.

Investor asing kembali menekan IHSG dengan melakukan aksi jual atau net sell senilai Rp 998,56 miliar. Meski begitu, tercatat sebanyak 253 saham menguat, 166 terkoreksi, dan 171 stagnan pada sesi perdagangan akhir pekan ini.

Kapitalisasi pasar IHSG pada Jumat kemarin tercatat senilai Rp 5.877,13 triliun. Angka itu menyusut Rp 118,24 triliun dari Rp 5.99542 triliun akhir sesi Senin pekan sebelumnya, 14 September 2020.

Head Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo mencatat IHSG terkoreksi tiga hari pada pekan ini. Dengan penutupan Jumat kemarin terjadi rebound 11 poin atau 0,22 persen dari penutupan sesi Kamis pekan lalu, 10 September 2020.

“Performa IHSG sebenarnya melampaui ekspektasi dari sentimen PSBB Jakarta Kamis lalu yang membuat IHSG terpuruk dalam satu hari,” kata Franke saat dihubungi, Jumat kemarin.

Menurut Frankie, fluktuasi IHSG pekan ini kemungkinan dipengaruhi perang investor lokal dan asing. Sepanjang pekan ini, investor asing melepas saham senilai Rp3,8 triliun. “Namun, investor lokal menopang performa penurunan IHSG,” ucapnya.

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengatakan kenaikan IHSG pada akhir pekan ini karena pasar sudah oversold. Kondisi itu lantaran terjadi koreksi selama tiga sesi perdagangan berturut-turut.

Laksono juga menilai kepanikan pasar terhadap pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta mulai reda.“Enggak ada sentimen. Oversold aja,” katanya ketika dihubungi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengumumkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat untuk wilayah DKI Jakarta mulai Senin, 14 September 2020. Pemerintah Provinsi menyatakan fokus PSBB kali ini untuk untuk mengatasi peningkatan penularan Covid-19 di kawasan perkantoran.