Lily Allen Rilis Mainan Seks, Dorong Perempuan Tak Malu Bahas Kesenangan Seksual

Lily Allen Rilis Mainan Seks, Dorong Perempuan Tak Malu Bahas Kesenangan Seksual
Lily Allen (foto Liputan6.com)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Selama ini perempuan dibungkam untuk membicarakan hal-hal sensitif, termasuk soal kepuasaan seksual oleh standar dan stigma sosial. Tapi, penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Lily Allen menganggap bahwa membahas tentang kenikmatan seksual bagi perempuan tak seharusnya menjadi hal yang tabu.

Dia pun berupaya mematahkan stigma tersebut melalui peluncuran produk sex toy, dengan kampanye tentang isu seksualitas perempuan. Melansir CNN, Jumat (23/10/2020), produk tersebut dinamai dengan istilah 'Liberty', yang berarti kebebasan atau kemerdekaan, dalam hal ini untuk perempuan.

Istri aktor Amerika, David Harbour itu mengumumkan pada Kamis, 22 Oktober 2020, melalui unggahan Instagramnya, bahwa Liberty merupakan kerja samanya dengan perusahaan produk teknologi seks asal Jerman bernama Womanizer. Vibrator berukuran sekepalan tangan berwarna merah muda dan oranye menyala itu diluncurkan dengan harga US$99, atau setara Rp1,4 juta.

Selain merilis produk vibrator, Lily juga telah ditunjuk sebagai Chief Liberation Officer di Womanizer, yang tugasnya memimpin kampanye #IMasturbate atau #SayaBermasturbasi, guna  mendorong wanita untuk menerima seksualitas mereka.

"I masturbate. Tapi, mengapa mengatakannya dengan lantang menjadi sesuatu yang aneh? Mencintai diri sendiri harusnya menjadi hal yang paling normal di dunia. Kita semua berhak mendapatkan orgasme yang luar biasa, bukan?" ujarnya dalam video perilisan produk Liberty.

Dalam video kampanye sekaligus perilisan produk vibratornya itu, Lily mengungkapkan bahwa sex toy sering kali masih dianggap sebagai subjek yang tabu, terlebih saat dikaitkan dengan masturbasi dan kesenangan wanita. "Saya pikir kesenangan (bagi) wanita itu sendiri adalah hal yang (dianggap) tabu," katanya.

Penyanyi 35 tahun itu menambahkan bahwa pertama kali dia mencoba menggunakan mainan seks, hal itu ia anggap sebagai sebuah terobosan. "Satu-satunya cara untuk membuat subjek yang (dianggap) tabu menjadi tidak lagi tabu adalah dengan membicarakannya secara terbuka dan sering, tanpa rasa malu atau rasa bersalah," tambahnya.

Womanizer adalah salah satu dari banyak merek yang berupaya mengubah estetika mainan seks. Dalam 10 tahun terakhir, rangkaian mainan seks terbaru telah bekerja dan menawarkan konsumen desain yang lebih inovatif dan khas, dan dalam beberapa kasus, menantang apa yang dikatakan tabu seputar seksualitas.

Tim pengembangan produk Liberty telah bereksperimen dengan desain produk, teknik, dan pencitraan merek untuk menciptakan teknologi yang penuh warna, menarik, serta menjadi teknologi yang dapat digunakan, atau bermanfaat. Mereka berharap produk ini dapat dipasarkan dan dicintai oleh pelanggannya

"Saya berharap kolaborasi ini akan membuat orang-orang merasa bahwa mereka dapat berbicara lebih bebas tentang masturbasi, dan jika seseorang seperti saya dapat berbicara secara terbuka tentang hal ini tanpa rasa malu, maka mereka mungkin akan merasa ingin mencobanya sendiri. Dunia yang baru menunggu," imbuh Lily. (ws)