Lawan Pencuri, Mbah Minto Justru Ditahan Polisi

Lawan Pencuri, Mbah Minto Justru Ditahan Polisi
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono (Foto/detikcom)

DEMAK, SENAYANPOST.com - Seorang kakek di Kabupaten Demak bernama Kasmito (74) atau Mbah Minto, ditahan terkait kasus penganiayaan. 

Mbah Minto ditahan lantaran memergoki dan melawan pencuri ikan di kolam yang ia jaga.

"Ya (Mbah Minto ditahan), karena adanya laporan penganiayaan," kata kuasa hukum Mbah Minto, Haryanto, dilansir detikcom, Rabu (13/10/2021).

Haryanto mengungkapkan Mbah Minto diamankan polisi pada 7 September 2021 malam usai kejadian tersebut. 

"Dari 8 September 2021 sampai sekarang ditahan," ujar Haryanto yang juga Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya tersebut.

Haryanto menjelaskan, Mbah Minto merupakan penjaga kolam ikan dan pekarangan milik warga setempat. Mbah Minto terpaksa melawan dengan membacok pria berinisial M (38) karena sebelumnya sudah seringkali kehilangan peralatan dan ikan.

"Mbah Minto itu kan sebagai penjaga kolam ikan dan pekarangan karena pada malam-malam sebelumnya sudah sering terjadi pencurian di lokasi wilayah Mbah Minto.

Akhirnya pada 7 September malam setelah Isya, Mbah Minto memergoki ada orang masuk wilayah lahan kolam ikan yang dia jaga. 

"Itu kan ada pagarnya. Masuk, motornya ditaruh di gubuk, kebetulan Mbah Minto kan tinggalnya di gubuk itu setiap harinya menjaga kolam," paparnya.

"Kemudian Mbah Minto lihat ada orang langsung nyetrum ikan di kolam ikan itu. Selang 20 menitan, akhirnya terjadilah yang dinamakan penganiayaan tadi oleh Mbah Minto terhadap pencuri ikan yang berada di kolam," lanjut Haryanto.

Haryanto menjelaskan Mbah Minto melakukan pembacokan lantaran membela lahan dan mempertahankan diri. Ia berharap kasus yang menimpa Mbah Minto dapat dilihat dari konteks keseluruhan.

"Mbah Minto membela diri, karena pencuri membawa setrum ikan di situ akhirnya Mbah Minto membacok dengan arit. Karena merasa sering kemalingan sebelumnya, mungkin itu hingga akhirnya emosi," tuturnya.

"Yang diharapkan Mbah Minto dan warga Desa Pasir ya kalau Mbah Minto dipenjara terkait penganiayaan maling itu, berarti juga harus ada keadilan hukum menurut mereka itu, yaitu maling yang itu juga diproses juga. Kasus pencuriannya juga harus diungkap, karena dilakukan pembacokan kan pastinya ada sebab-akibat, karena ada pencurian, karena melakukan pembelaan atau perlawanan terhadap wilayah yang dikuasai Mbah Minto," sambung Haryanto.

Sementara itu, Kades Pasir, Karyono, menambahkan lokasi kejadian tersebut merupakan bekas sekolahan yang ditanami pohon jambu dan ada kolam ikan. Terdapat banyak peralatan untuk merawat pohon jambu tersebut.

Ia mengatakan Mbah Minto sudah lama hidup di gubuk area kolam ikan yang ia jaga sendirian karena persoalan keluarga. Mbah Minto hidup dari menjaga kolam ikan dan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Karena di situ juga banyak alat-alat yang digunakan untuk merawat jambu itu. Ada seprai, semprot, ada pompa air. Di sana itu banyak sering kehilangan selain ikan. Mbah Minto sebagai penjaga kolam dia memang di situ ya diberikan tugas untuk menjaga kolam yang ada di sana, dan beberapa lahan milik warga," kata Karyono.

Ia berharap, kasus penganiayaan terkait Mbah Minto yang merupakan seorang lansia dapat dilihat kronologinya secara adil. Ia juga berharap penegak hukum yang menangani kasus tersebut bisa bijaksana.

"Harapannya ya segera dibebaskan. Karena memang tidak serta-merta menganiaya, karena ada sebab-akibat. Tidak mungkin Mbah Minto menganiaya seseorang tanpa sebab," ujarnya.

Kata polisi soal pembacokan yang dilakukan Mbah Minto

Terpisah, Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono saat merilis kasus terkait Mbah Minto tersebut menjelaskan semula ada warga dengan luka bacok pada lengan kanan dan leher kiri, 7 September 2021 lalu. Lantas warga tersebut dibawa ke puskesmas dan rumah sakit.

"Ada seorang laki-laki yang ditemukan oleh warga yang mengalami luka bacok. Selanjutnya dibawa oleh masyarakat ke puskesmas, karena tidak sanggup menangani akhirnya dibawa ke rumah sakit. Selanjutnya dari warga yang menemukan tersebut melaporkan ke kepolisian. Jadi setelah itu maka dari Satreskrim Polres Demak melangkah mengecek korban di rumah sakit," kata Budi kepada wartawan di Mapolres Demak hari ini.

Budi menuturkan pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku penganiayaan tersebut yang diketahui adalah Mbah Minto.

"Selanjutnya kita periksa. Memang benar kita melakukan penanganan terkait kasus penganiayaan tersebut dan sekarang sudah kita limpahkan tahap duanya ke kejaksaan," ujar Budi.

Budi menambahkan, kemudian pada 11 Oktober 2021 masuk laporan warga atas dugaan kasus pencurian, yang ternyata terlapor atau pelaku pencurian tersebut adalah korban penganiayaan yang dilakukan Mbah Minto. Pelapor merupakan pemilik kolam ikan yang dijaga Mbah Minto.

"Selanjutnya bahwa pelapor terkait pencurian ini, terkait kasus yang lain, yaitu pencurian yang dilaporkan ternyata tersangkanya adalah daripada korban yang dibacok tersebut. Jadi dilaporkan pada tanggal 11 Oktober 2021 dan sekarang sudah kita tangani oleh Satreskrim, sudah kita periksa empat saksi dan barang bukti yang sudah kita amankan," jelasnya.

Ia menuturkan barang bukti atas kasus pencurian kolam ikan tersebut di antaranya alat setrum dan sepeda motor.

Polisi janji profesional

Budi menegaskan pihaknya menangani kedua kasus tersebut secara profesional. Terkait kasus pencurian, pihaknya berkomitmen menuntaskan kasus tersebut hingga tuntas.

"Intinya kita akan komitmen secara profesional akan kita tuntaskan. Kalau terkait kasus dengan penganiayaan kita sudah limpahkan ke kejaksaan, untuk khusus terkait dengan kasus pencurian ini kita selesaikan secara profesional, kami sidik sampai kita tuntaskan," ujarnya.