Lampung Operasikan Kapal Isolasi Terpusat Pasien Covid 19

Lampung Operasikan Kapal Isolasi Terpusat Pasien Covid 19
Kompas.com

LAMPUNG, SENAYANPOST.com - IPC Panjang bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengoperasikan Kapal Motor Lawit milik PT Pelni (Persero) yang difungsikan sebagai kapal isolasi pasien Covid-19 di dermaga Ro-Ro Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

Pengoperasian kapal dengan kapasitas kurang lebih 400 orang yang mulai dioperasikan tanggal 19 Agustus 2021 dan diresmikan langsung oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi ini, dalam rangka mendukung program pemerintah tentang percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung. 

"Ini semua adalah perhatian khusus dari pemerintah sebagai salah satu upaya kita terhadap pengendalian Covid-19 karena rakyat harus kita selamatkan," ujar Arinal, dalam keterangannya, Jumat (20/8/2021).

Ia mengatakan, pengoperasian kapal ini merupakan terobosan yang dilakukan Provinsi Lampung berkerjasama dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN dalam hal pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung.

"Mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi masyarakat dalam menanggulangi Covid-19 dan ini adalah momentum kita bersama untuk bangkit dari pandemi ini," katanya.

Baca Juga

Kapal isolasi terpusat KM Lawit ini akan diisi bed untuk pasien berkapasitas 419 bed dan 18 bed untuk tenaga kesehatan. Nantinya, pemerintah daerah hanya menyiapkan tenaga kesehatan, karena pendukung lainnya akan disiapkan dari Kemenkes, PT Pelni, BNPB, dan Kemenhub. Saat ini, sebanyak 20 tenaga kesehatan disiapkan di kapal tersebut. 

"Terima kasih kepada Kementerian terkait, yakni Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Menko Perekonomian dan Kepala BNPB, serta lainnya yang segera merespon sehingga kapal ini bisa sampai di Lampung," kata Arinal. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan, pasien yang akan dirawat di kapal tersebut adalah seseorang yang dikategori positif Covid-19 tanpa gejala sebagai tempat isolasi mandiri. Pasien yang dirawat di kapal ini nantinya berkoordinasi dengan pihak puskesmas. 

"Ini menghindari masyarakat yang positif Covid-19 untuk tidak isolasi mandiri di rumah, karena kita takutkan di rumah itu ada orang tua yang rentan dan juga ada anak-anak," jelas Reihana.