Kulit Kerang Raksasa Senilai Rp363 Miliar Disita Aparat Filipina

Kulit Kerang Raksasa Senilai Rp363 Miliar Disita Aparat Filipina
Foto-AFP

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sekitar 200 ton kerang raksasa yang memiliki nilai jual hingga USD25 juta atau setara Rp363 miliar, disita Otoritas Filipina di Provinsi Palawan. 

Langkah ini diambil Filipina setelah kelompok konservasi selama ini menyerukan kekhawatiran atas perdagangan kerang raksasa, yang digunakan pihak tertentu sebagai pengganti komoditas gading gajah di pasar gelap.
 
Filipina merupakan rumah bagi sebagian besar spesies kerang raksasa tropis. 

Penjaga Pantai Filipina mengatakan, empat orang ditangkap atas percobaan penyelundupan kerang raksasa di pulau terpencil Green Island.
 
"Mengambil kerang raksasa dari habitat natural mereka adalah bentuk dari kejahatan antar-generasi," kata Jovic Fabello, juru bicara Dewan Pertumbuhan Berkelanjutan Palawan, kepada AFP pada Sabtu (17/4/2021).
 
"Praktik semacam itu akan merusak ekosistem laut secara permanen, dan generasi mendatang akan kehilangan berbagai manfaat dari lautan," sambungnya.
 
Ia menyebut dari semua kerang raksasa yang disita, beberapa di antaranya adalah jenis Tridacna gigas, kerang terbesar di dunia. Kerang tersebut datang tumbuh selebar 1,3 meter dengan bobot hingga 250 kilogram.
 
Pakar lingkungan menyebut, kulit kerang raksasa selama ini digunakan pihak tertentu sebagai material beragam produk, mulai dari anting hingga tempat menaruh lilin, di tengah kelangkaan gading gajah.
 
Fabello mengatakan perdagangan ilegal kerang raksasa terus berkembang di Palawan dan beberapa area lainnya di Filipina dalam tiga tahun terakhir.
 
Berdasarkan aturan di Filipina, membunuh spesies dilindungi dapat diancam vonis 12 tahun penjara dengan denda hingga satu juta peso.
 
Bulan lalu, otoritas Palawan menyita 80 ton kerang raksasa dengan nilai jual hingga USD3,3 juta dari Johnson Island yang berlokasi dekat dengan Green Island. (Jo)