Korut Perluas Fasilitas Pengayaan Uranium untuk Tambah Senjata Nuklir

Korut Perluas Fasilitas Pengayaan Uranium untuk Tambah Senjata Nuklir
Korea Utara memperluas fasilitas pengayaan uranium di kompleks Yongbyon (Foto/Maxar via AP)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Korea Utara (Korut) dilaporkan memperluas fasilitas pengayaan uranium di kompleks Yongbyon. 

Ini diketahui dari gambar satelit terbaru yang memantau aktivitas di fasilitas nuklir utama Korut tersebut. Para ahli yakin Korut akan meningkatkan produksi bahan bom. 

"Perluasan pabrik pengayaan mungkin menunjukkan Korea Utara berencana meningkatkan produksi uranium tingkat persenjataan sebanyak 25 persen di Yongbyon," demikian laporan Jeffrey Lewis serta dua pakar dari Middlebury Institute of International Studies, Monterey, seperti dikutip iNews dari Associated Press, Minggu (19/9/2021).

Foto-foto yang diambil perusahaan citra satelit Maxar pada 1 September menunjukkan aktivitas penebangan pohon serta persiapan lahan untuk konstruksi di lokasi bersebelahan dengan pabrik pengayaan uranium Yongbyon. 

Terlihat pula ekskavator konstruksi di lokasi. Gambar kedua yang diambil pada 14 September menunjukkan dinding sudah berdiri untuk menutupi area tersebut. 

Ada pula aktivitas pelepasan panel di samping bangunan untuk menyediakan akses ke area yang baru ditutup.

Menurut laporan ahli, area baru tersebut berukuran sekitar 1.000 meter persegi, cukup untuk menampung 1.000 sentrifugal tambahan yang akan meningkatkan kapasitas pabrik untuk menghasilkan uranium yang diperkaya sebesar 25 persen. 

Senjata nuklir bisa dibuat menggunakan uranium atau plutonium yang diperkaya dan Korut memiliki fasilitas untuk memproduksi keduanya di Yongbyon.

Bulan lalu, foto-foto satelit Yongbyon menunjukkan tanda-tanda bahwa Korut melanjutkan operasional lain untuk memproduksi plutonium untuk persenjataan. 

Korut menyebut kompleks Yongbyon sebagai jantung program nuklirnya. 

Saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal 2019, pemimpin Korut Kim Jong Un mengatakan akan membongkar seluruh kompleks jika sanksi terhadap negaranya diringankan. 

Namun AS menolak permintaan itu dan balik mendesak agar Korut lebih dulu melucuti senjata nuklirnya. 

Beberapa pakar AS dan Korea Selatan menilai Korut secara diam-diam telah menjalankan setidaknya satu fasilitas pengayaan uranium tambahan. 

Pada 2018, seorang pejabat tinggi Korsel mengatakan kepada parlemen Korut diperkirakan telah memproduksi hingga 60 senjata nuklir. 

Sementara itu perkiraan berapa banyak senjata nuklir yang bisa didapat Korut setiap tahun bervariasi, mulai dari enam hingga 18 bom.