Kisah Sang Raja Dengan Tiga Putrinya

Kisah Sang Raja  Dengan Tiga Putrinya
Kamal Firdaus (foto Teater Alam Yogyakarta)

Oleh: Kamal Firdaus

Ketika masih di SMP saya suka sekali membaca karya William Shakespeare. Salah satu di antaranya mengisahkan tentang seorang raja dengan tiga orang putrinya. 

Kalau tak salah ingat salah seorang dari putrinya itu bernama Claudia. 

Dua di antara putrinya itu terus menerus memuji ayahnya. Apapun kebijakan dan titah sang raja dianggapnya benar. Pokoknya semua kebijakan dan titah sang raja tidak ada yang salah. Karena itu tidak perlu dan bahkan tidak sopan untuk dikritik.

Maka sang raja sangat senang, sangat dekat dan sangat sayang dengan kedua putrinya itu. Raja menilai bahwa kedua putrinya itu sangat sayang pada ayahnya. 

Berbeda halnya dengan Claudia. Claudia selalu kritis terhadap ayahnya, terhadap sang raja. Claudia tidak membabi-buta dalam memuji ayahnya. Kalau sesuatu kebijakan atau titah ayahnya sang raja dinilainya salah, Claudia tidak segan- segan mengkritiknya. 

Claudia berpendapat bahwa seorang raja sekalipun adalah manusia yang tak luput dari kekurangan, kelemahan, kesalahan dan kekhilafan.

Maka sang raja tidak begitu senang, tidak dekat dan tidak begitu sayang dengan Claudia yang "ketus" itu. Raja malah curiga kalau-kalau Claudia tidak sayang dengan ayahnya.

Singkat cerita : akibat suatu pergolakan sang raja pun dilengserkan. 

Ketika itulah sang raja menyadari bahwa andaikata tadinya dia tidak tenggelam dalam pujian dan sanjungan kedua putrinya tetapi mendengarkan pula kritik keras dari putrinya yang lain yakni Claudia maka tidak akan terjadi pergolakan dan dia tidak akan dilengserkan dari singgasananya.  

Ketika itulah sang raja yang sudah dimakzulkan itu menyadari bahwa di antara ketiga putrinya itu sesungguhnya Claudia-lah yang paling menyayangi ayahnya....

Entah kenapa saya tiba-tiba teringat kembali dengan karya William Shakespeare itu.

*Penulis, advokat senior, tinggal di Yogyakarta.